Kusprayitna Blogs

Hidup untuk berbagi ilmu :: IT Linux Windows Database Oracle PHP OpenSource

MUI Akhirnya Keluarkan Fatwa MEROKOK Hukumnya HARAM

Posted by kusprayitna on August 13th, 2008

Akhir-akhir ini merak keluar desakan untuk MUI mengeluarkan Fatwa Merokok itu HARAM.

Mengapa merokok haram? selama ini merokok hukumnya adalah makruh lebih condong ke haram, tetapi tidak haram.

Kemarin pagi , Selasa 12 Agustus 2008 memalui berita TV dari dewan syariah MUI menyampaikan fatwa terbarunya tentang merokok, yaitu :

“Merokok Hukumnya adalah HARAM bagi anak-anak dibawah usia 17 Tahun”

Ada beberapa alasan yang melatar belakanginya, antara lain :

1. Selama ini hukum merokok makruh cenderung atau lebih dekat ke haram

2. Larangan pemerintah melalui PP/Perda yang sudah ada dan berlaku sampai sekarang tidak banyak yang mengindahkannya atau banyak di langgar. Misalnya larangan merokok di taman atau di ruang tertentu yang dikeluarkan pemda, masih juga ada yang merokok di ruang tersebut. (di UII masih adakah merokok di tempat umum?)

3. Perokok khususnya anak-anak tidak ada manfaatnya sedikitpun, dll

Dari fatwa ini menurut pendapat saya akan membawa dampak yang luas, kenapa?

1. Barang yang sedikitnya haram berarti banyaknya juga haram hukumnya, hati-hatilah orang tua yang merokok, janganlah anda merokok, apalagi diketahui oleh anak-anak, mereka mencontoh anda!

2. Perokok anak-anak di lingkungan industri rokok, mereka itu usia 2 tau 5 tahun merokok merupakan hal yang biasa.

3. Pekerjaan terkait yang haram, maka hukumnya menjadi haram. Para pekerja industri rokok, penjual rokok, dll … berhati-hatilah. Rejeki anda dari rokok menentukan nasih hidup anda di dunia dan akhirat. Anda konsumsi makanan haram dalam tubuh, maka barang tersebut akan berada dalam tubuh anda selama 40 hari dan ibadah anda selama itu tidak diterima oleh Allah. Subhanallah.

4. Ayo’ hidup sehat, karena merokok dapat menyebabkan kanker, stroke dan gangguan janin dan kehamilan.

103 Responses to “MUI Akhirnya Keluarkan Fatwa MEROKOK Hukumnya HARAM”

  1. Wavatar hendra Says:

    MUI Mestinya membuat FATWA Kalau orang koruptor dipotong tangannya, tempat pelacuran di tutup jangan di legalkan, ngapain urusin orang merokok, perokok yang matikan dirinya sendiri tidak merugikan orang lain. malah membuat lapangan pekerjaan

  2. Wavatar Heru Says:

    Sangat setuju, karena merokok perbuatan mubazir, dan mubazir itu adalah kawannya setan. Oleh karenanya sangat setuju apabila MUI mengeluarkan fatwa rokok hukumnya haram. Ditinjau dari segi manapun tidak ada manfaatnya.

  3. Wavatar rizki Says:

    No Comments

  4. Wavatar SUMARJOKO Says:

    Rokok haram. Yang namanya haram itu gak memandang menyerap tenaga kerja atau nggak. Sekali haram tetap haram. Lebih baik dana untuk membuat pabarik rokok dibuat untuk pabrik mobil, atau pabrik alat-alat industri yang bermanfaat. Rokok tidak ada manfaatnya ….. kerugiannya jelas… Haram..

  5. Wavatar ali Says:

    STUJU…!
    SAYA DUKUNG SEPENUHNYA. KALO ADA YANG GAK STUJU SAYA SIAP MENJAWABNYA DI: zainaliabidin@yahoo.co.id

    mari menuju yang lebih baik, kita kikis kekurangan dan keburukan kita sedikit demi sedikit untuk menggapai ridho Alloh SWT.

  6. Wavatar Imam Says:

    Setuju

  7. Wavatar itjand Says:

    MUI harusnya memberi fatwanya harus terbuka jangan malu-malu, haram-haram atau makruh-makruh sehingga tidak menimbulkan kebingungan umat. dan bila rokok haram maka fatwakan juga bahwa pabriknya haram, yang bersentuhan langsung juga haram dan minta pemerintah tidak mengambil pajak dari rokok.

  8. Wavatar Ratna Gemini Says:

    Saya bukan perokok juga cukup anti dengan rokok. Tapi saya tidak setuju dengan Larangan merokok dikait-kaitkan dengan halal haram.

    Halal Haram dalam agama Islam telah cukup jelas. MUI nggak usah keluarkan fatwa yang bikin orang ketawa, nggak ada kerjaan lain yang lebih penting apa …

  9. Wavatar victor Says:

    ngapain urusin orang merokok, perokok yang matikan dirinya sendiri tidak merugikan orang lain. malah membuat lapangan pekerjaan. :P:P:P:p

  10. Wavatar hadi Says:

    HIMPUNAN FATWA HARAM MEROKOK

    Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
    Merokok haram hukumnya berdasarkan makna yang terindikasi dari zhahir ayat Alquran dan As-Sunah serta i’tibar (logika) yang benar. Allah berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan.” (Al-Baqarah: 195).

    Maknanya, janganlah kamu melakukan sebab yang menjadi kebinasaanmu. Wajhud dilalah (aspek pendalilan) dari ayat di atas adalah merokok termasuk perbuatan yang mencampakkan diri sendiri ke dalam kebinasaan.

    Sedangkan dalil dari As-Sunah adalah hadis shahih dari Rasulullah saw. bahwa beliau melarang menyia-nyiakan harta. Makna menyia-nyiakan harta adalah mengalokasikannya kepada hal-hal yang tidak bermanfaat. Sebagaimana dimaklumi bahwa mengalokasikan harta dengan membeli rokok adalah termasuk pengalokasian harta pada hal yang tidak bermanfaat, bahkan pengalokasian harta kepada hal-hal yang mengandung kemudharatan.

    Dalil yang lain, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, “Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain.” (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340).

    Jadi, menimbulkan bahaya (dharar) adalah ditiadakan (tidak berlaku) dalam syari’at, baik bahayanya terhadap badan, akal, ataupun harta. Sebagaimana dimaklumi pula bahwa merokok adalah berbahaya terhadap badan dan harta.

    Adapun dalil dari i’tibar (logika) yang benar yang menunjukkan keharaman rokok adalah karena dengan perbuatan itu perokok mencampakkan dirinya ke dalam hal yang menimbukan bahaya, rasa cemas, dan keletihan jiwa. Orang yang berakal tentu tidak rela hal itu terjadi pada dirinya sendiri. Alangkah tragisnya kondisinya, dan demikian sesaknya dada si perokok bila tidak menghisapnya. Alangkah berat ia melakukan puasa dan ibadah-ibadah lainnya karena hal itu menghalagi dirinya dari merokok. Bahkan, alangkah berat dirinya berinteraksi dengan orang-orang saleh karena tidak mungkin mereka membiarkan asap rokok mengepul di hadapan mereka. Karena itu, Anda akan melihat perokok demikian tidak karuan bila duduk dan berinteraksi dengan orang-orang saleh.

    Semua i’tibar itu menunjukkan bahwa merokok hukumnya diharamkan. Karena itu, nasehat saya untuk saudara-saudara kaum muslimin yang masih didera oleh kebiasaan menghisap rokok agar memohon pertolongan kepada Allah dan mengikat tekad untuk meninggalkannya. Sebab, di dalam tekad yang tulus disertai dengan memohon pertolongan kepada Allah, mengharap pahala dari-Nya dan menghindari siksaan-Nya, semua itu adalah amat membantu di dalam upaya meninggalkan hal tersebut.

    Jawaban Atas Berbagai Bantahan

    Jika ada orang yang berkilah, “Sesungguhnya kami tidak menemukan nash, baik di dalam kitabullah ataupun sunah Rasulullah saw. perihal haramnya rokok.”

    Maka, jawaban atas penyataan ini adalah bahwa nash-nash Alquran dan sunah terdiri dari dua jenis;
    1. Jenis yang dalil-dalilnya bersifat umum seperti Adh-Dhawabith (ketentuan-ketentuan) dan kaidah-kaidah yang mencakup rincian-rincian yang banyak sekali hingga hari kiamat.
    2. Jenis yang dalil-dalilnya memang diarahkan kepada suatu itu sendiri secara langsung.

    Sebagai contoh untuk jenis pertama adalah ayat Alquran dan dua hadis yang kami sebutkan di atas yang menunjukkan keharaman merokok secara umum meskipun tidak diarahkan secara langsung kepadanya.

    Sedangkan untuk jenis kedua, adalah seperti fiman Allah (yang artinya), “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (dagig hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.” (Al-Maidah: 3).

    Dan firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamr, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah perbuatan-perbuatan itu.” (Al-Maidah: 90).

    Jadi, baik nash-nash itu termasuk jenis pertama atau kedua, ia bersifat keniscayaan (keharusan) bagi semua hamba Allah karena dari sisi pengambilan dalil mengindikasikan hal itu.

    Sumber: Program Nur ‘alad Darb, dari Fatwa Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin, dari kitab Fatwa-Fatwa Terkini 2.

    Syaikh Muhammad bin Ibrahim
    Rokok haram karena di dalamnya ada racun. Al-Qur’an menyatakan, “Dihalalkan atas mereka apa-apa yang baik, dan diharamkan atas mereka apa-apa yang buruk (kotoran).” (al-A’raf: 157). Rasulullah juga melarang setiap yang memabukkan dan melemahkan, sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad dan Abu Dawud dari Ummu Salamah ra. Merokok juga termasuk melakukan pemborosan yang tidak bermanfaat. Selanjutnya, rokok dan bau mulut perokok bisa mengganggu orang lain, termasuk pada jamaah shalat.

    Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
    Rokok haram karena melemahkan dan memabukkan. Dalil nash tentang benda memabukkan sudah cukup jelas. Hanya saja, penjelasan tentang mabuk itu sendiri perlu penyesuaian.

    Ulama Mesir, Syria, Saudi
    Rokok haram alias terlarang, dengan alasan membahayakan. Di antara yang mendukung dalil ini adalah Syaikh Ahmad as-Sunhawy al-Bahuty al-Anjalaby dan Syaikh Al-Malakiyah Ibrahim al-Qaani dari Mesir, An-Najm al-Gazy al-Amiry as-Syafi’i dari Syria, dan ulama Mekkah Abdul Malik al-Ashami.

    Dr Yusuf Qardhawi
    Rokok haram karena membahayakan. Demikian disebut dalam bukunya ‘Halal & Haram dalam Islam’. Menurutnya, tidak boleh seseorang membuat bahaya dan membalas bahaya, sebagaimana sabda Nabi yang diriwayatkan Ahmad dan Ibnu Majah. Qardhawi menambahkan, selain berbahaya, rokok juga mengajak penikmatnya untuk buang-buang waktu dan harta. Padahal lebih baik harta itu digunakan untuk yang lebih berguna, atau diinfaqkan bila memang keluarganya tidak membutuhkan.

    SyariahOnline.com
    Keharaman rokok tidaklah berdasarkan sebuah larangan yang disebutkan secara ekplisit dalam nash Al-Quran Al-Kariem atau pun As-Sunnah An-Nabawiyah.

    Keharaman rokok itu disimpulkan oleh para ulama di masa ini setelah dipastikannya temuan bahwa setiap batang rokok itu mengandung lebih dari 4000 jenis racun berbahaya.

    Dan karena racun itu merusak tubuh manusia yang sebenarnya amanat Allah SWT untuk dijaga dan diperlihara, maka merokok itu termasuk melanggar amanat itu dan merusak larangan.

    Namun banyak orang yang menganggap hal itu terlalu mengada-ada, sebab buktinya ada jutaan orang di muka bumi ini yang setiap hari merokok dan buktinya mereka masih bernafas alias tidak langsung mati seketika itu juga.

    Karena itulah kita masih menemukan rokok di sekeliling kita dan ternyata pabrik rokokpun tetap berdiri tegar. Bahkan mampu memberikan masukan buat pemerintah dengan pajaknya. Sehingga tidak pernah muncul keinginan baik dari pembuat hukum untuk melarang rokok.

    Ini adalah salah satu ciri ketertinggalan informasi dari masyarakat kita. Dan di negeri yang sudah maju informasinya, merupakan bentuk ketidak-konsekuenan atas fakta ilmu pengetahuan. Dan kedua jenis masyarakat ini memang sama-sama tidak tahu apa yang terbaik buat mereka. Misalnya di barat yang konon sudah maju informasinya dan ipteknya, masih saja ada orang yang minum khamar. Meski ada larangan buat pengemudi, anak-anak dan aturan tidak boleh menjual khamar kepada anak di bawah umur. Tapi paling tidak, sudah ada sedikit kesadaran bahwa khamar itu berbahaya. Hanya saja antisipasinya masih terlalu seadanya.

    Sedangkan dalam hukum Islam, ketika sudah dipastikan bahwa sesuatu itu membahayakan kesehatan, maka mengkonsumsinya lantas diharamkan. Inilah bentuk ketegasan hukum Islam yang sudah menjadi ciri khas. Maka khamar itu tetap haram meski hanya seteguk ditelan untuk sebuah malam yang dingin menusuk.

    Demikian pula para ulama ketika menyadari keberadan 4000-an racun dalam batang rokok dan mengetahui akitab-akibat yang diderita para perokok, mereka pun sepakat untuk mengharamkannya. Sayangnya, umat Islam masih saja menganggap selama tidak ada ayat yang tegas atau hadits yang eksplisit yang mengharamkan rokok, maka mereka masih menganggap rokok itu halal, atau minimal makruh.

    Ustadz Ahmad Sarwat Lc, Konsultasi eramuslim.com
    Awalnya belum ada ulama yang mengharamkan rokok, kecuali hanya memakruhkan. Dasar pemakruhannya pun sangat berbeda dengan dasar pengharamannya di masa sekarang ini.

    Dahulu para ulama hanya memandang bahwa orang yang merokok itu mulutnya berbau kurang sedap. Sehingga mengganggu orang lain dalam pergaulan. Sehingga kurang disukai dan dikatakan hukumnya makruh.

    Sebagian kiyai di negeri kita yang punya hobi menyedot asap rokok, kalau ditanyakan tentang hukum rokok, akan menjawab bahwa rokok itu tidak haram, tetapi hanya makruh saja.

    Mengapa mereka memandang demikian?

    Karena literatur mereka adalah literatur klasik, ditulis beberapa ratus tahun yang lalu, di mana pengetahuan manusia tentang bahaya nikotin dan zat-zat beracun di dalam sebatang rokok masih belum nyata terlihat. Tidak ada fakta dan penelitian di masa lalu tentang bahaya sebatang rokok.

    Maka hukum rokok hanya sekedar makruh lantaran membuat mulut berbau kurang sedang serta mengganggu pergaulan.

    Penelitian Terbaru

    Seandainya para kiyai itu tidak hanya terpaku pada naskah lama dan mengikuti rekan-rekan mereka di berbagai negeri Islam yang sudah maju, tentu pandangan mereka akan berubah 180 derajat.

    Apalagi bila mereka membaca penelitian terbaru tentang 200-an racun yang berbahaya yang terdapat dalam sebatang rokok, pastilah mereka akan bergidik. Dan pastilah mereka akan setuju bahwa rokok itu memberikan madharat yang sangat besar, bahkan teramat besar.

    Pastilah mereka akan menerima bahwa hukum rokok itu bukan sekedar makruh lantaran mengakibatkan bau mulut, tapi mereka akan sepakat mengatakan bahwa rokok itu haram, lantaran merupakan benda mematikan yang telah merenggut jutaan nyawa manusia. Prosentase kematian disebabkan rokok adalah lebih tinggi dibandingkan karena perang dan kecelakaan lalulintas.

    Badan kesehatan dunia WHO menyebutkan bahwa di Amerika, sekitar 346 ribu orang meninggal tiap tahun dikarenakan rokok. Dan tidak kurang dari 90% dari 660 orang yang terkena penyakit kanker di salah satu rumah sakit Sanghai Cina adalah disebabkan rokok.

    Penelitian juga menyebutkan bahwa 20 batang rokok per hari akan menyebabkan berkurangnya 15% hemoglobin, yakni zat asasi pembentuk darah merah.

    Seandainya para kiyai mengetahui penelitian terakhir bahwa rokok mengandung kurang lebih 4.000 elemen-elemen dan setidaknya 200 di antaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan, pastilah pandangan mereka akan berubah.

    Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin dan karbon monoksida. Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan. Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.

    Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko14 kali lebih bersar terkena kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan dari pada mereka yang tidak menghisapnya.

    Penghisap rokok juga punya kemungkinan4 kali lebh besar untuk terkena kanker esophagus dari mereka yang tidak menghisapnya.

    Penghisap rokok juga beresiko 2 kali lebih besar terkena serangan jantung dari pada mereka yang tidak menghisapnya.

    Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung serta tekanan darah tinggi. Menggunakan rokok dengan kadar nikotin rendah tidak akan membantu, karena untuk mengikuti kebutuhan akan zat adiktif itu, perokok cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama.

    Tidak ada satu pun orang yang bisa menyangkal semua fakta di atas, karena merupakan hasil penelitian ilmiyah. Bahkan perusahaan rokok poun mengiyakan hal tersebut, dan menuliskan pada kemasannya kalimat berikut:

    MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGUGAN KEHAMILAN DAN JANIN.

    Kalau produsen rokok sendiri sudah menyatakan bahaya produknya berbahaya dan mendatangkan penyakit, bagaimana mungkin konsumen masih mau mengingkarinya?

    8. Dr. Ir. M. Romli, Msc, Auditor Halal LPPOM MUI

    (Rizki Wicaksono, dari berbagai sumber)

  11. Wavatar hadi Says:

    keterangan diatas di kutip dari situs http://www.halalguide.info

  12. Wavatar Anwar Says:

    Klo MUI berpendapat dlm bentuk fatwanya; bahwa rokok itu haramnya cuma bagi anak-anak dibawah 17 tahun dan bagi orang dewasa makruh kenapa ngotot bahwa rokok itu haram? dan rokok itu haram karena alasan kesehatan, jadi tenang aja bung, mari kita giat penelitian & bikin rokok yang bisa bikin badan sehat.ok!

  13. Wavatar AnakBaru Says:

    MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGUGAN KEHAMILAN DAN JANIN.

    udah tau ad pesan ini disetiap bungkus rokok,
    kenapa masih dijual…?
    yg tolol siapa hayo…?

    kan keliatan pesan tersebut hanya utk memperolok2 saja..
    makanya klo mau selamat, setiap pagi minum susu
    biar sehat^_^
    insya4JJI

  14. Wavatar bramiyus Says:

    Yang gak setuju rokok haram itu adalah orang orang idiot yang kurang ilmu.Sebetulnya pengharaman rokok manfaatatnya banyak to.Kita jadi sehat jiwa dan raga.Dengan kata lain MUI sebetulnya hanya ingin melindungi umatnya untuk terhindar dari bahaya yang disebabkan rokok dan Allah SWT mengisaratkan dalam Al Quran tentang haramnya rokok.

  15. Wavatar deddynoer Says:

    Apapun yang menjadi pilihan, itulah yang menjadi tanggungan/ resiko orang yang memilih. Tetapi kitapun tidak dapat memaksakan kehendak dengan cara apapun kecuali itu berdasarkan atas hukum agama Islam. Bagaimana penerapan fatwa tersebut untuk orang yang berbeda agama? Bagaimana dengan tanggapan, respon, dan tindakan Pemerintah kita atas dikeluarkannya fatwa tersebut?
    Saya khawatir, yg pro dan kontra atas fatwa MUI tersebut malah semakin membesar dan mengakibatkan timbulnya ketidak percayaan, bahkan perpecahan antar umat Islam sendiri, hanya diakibatkan oleh fatwa MUI tersebut. Ambil manfaat dan faedahnya, minimal untuk diri kita sendiri.

  16. Wavatar Ampu Says:

    Jika mau memberhentikan merokok, ya TUTUP aja Pabrik rokoknya, Jangan terima masuknya penjualan rokok dari luar.. jangan ada penjualan rokok.. Nah.. kalo rokok ga ada yang jual, ga ada yang bikin… emangnya kita2 yang merokok masih mau tetep ngerokok?.. ya nggak kan?.. siap-siap aja ga ada sponsor bola.. ga ada sponsor musik.. hilangnya pajak untuk pemerintah (sekarang lumayan ada NPWP).. siap2 bakal banyak pengangguran.. ya pokoknya, kalo mau mengehntikan ya mbok yang niatt… gitu loh..

  17. Wavatar WNI Says:

    BANTUL – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengklaim, fatwa haram golput dan rokok muncul karena banyaknya permintaan dari masyarakat. Mereka berkilah, fatwa tersebut mengandung unsur politis.
    (masyarakat mana??????, bhineka tunggal ika… inget tu pak kyai)

    Ketua MUI Yunahar Ilyas mengatakan, fatwa tersebut muncul karena ada desakan dari berbagai pihak seperti Kak Seto, WHO, dan sejumlah wartawan yang kerap mendatangi Kantor MUI sambil membawa hasil penelitian tentang rokok.
    (Kak Seto, beri motivasi pada orang tua dan anaknya tetntang bahaya merokok, bukan memfatwakan rokok, kasian donkz tenaga kerja akan banyak yang nganggur, perhatikan multiplier effectnya)

    “Sedangkan fatwa golput muncul dari pernyataan Ketua MPR Hidayat Nurwahid, jadi fatwa itu tidak muncul tiba-tiba. Kalau tidak ingin fatwa, jangan tanya hukum ke MUI,” ujar Yunahar kepada wartawan, Rabu (28/1/2009).
    (betul, hukum MUI , atau hukum Indonesia kagak beres, yang paling benar itu hukum yang diciptakan tuhan YME seperti matahari ga mungkin terbit dari barat….)

    Menurutnya, dalam membahas fatwa haram rokok dan golput, MUI melibatkan sekira 500 ulama dan 750 kader ormas Islam dari berbagai organisasi. Dari pembahasan tersebut, disepakati bahwa merokok di atas makruh dan dekat dengan haram.
    (bagi kelompok dan kepentingan mu aja, ingat bhineka tunggal ika, selain itu masjid dari hasil sumbangan pabrik rokok haram donk???? hancurin aja)

    “Saya prihatin dengan negara kita yang seperti surganya perokok. Padahal, di negara lain perokok itu sangat dikucilkan dan tidak bisa merokok di tempat sembarangan,” tandasnya.
    (karena para pejabat mentaati hukum begitu pula diikuti oleh masyarakatnya, ga kaya di indonesia….)

    Sedangkan fatwa haramnya golput, dikarenakan umat Islam memiliki kewajiban untuk memilih pemimpin. “Kalau yang golput banyak, berarti pemimpin terpilih itu tidak merepresentasikan umat Islam,” pungkasnya.
    (memilih pemimpin, tapi kalo semua calon pemimpinnya ga beres dan ga ada yang sesuai dengan kata hati, gmana?? mau dipaksa gitu? Aneh bgt… )

    (NB: jangan sembarangan buat Fatwa Pak bos, ntar dikasi bencana sama tuhan lho…. tuhan kira anda ingin melebihi kuasanya dan seolah2 anda kelihatan sok suci padahal belum tentu anda ga pernah berbuat dosa…. ingat!!!!)

  18. Wavatar nina Says:

    setuju dg wni

  19. Wavatar unnamed Says:

    Wah,klo untuk masalah penghapusan rokok,kyk nya bakal susah deh bwt IND,karena emang pendapatan negara yang terbesar keempat adalah ROKOK,,

    jadi,klo Pak bos mau ngehapus rokok,Pak bos siap gk ngasih makan mereka yang mau gk mau di PHK karena penghapusan rokok itu sendiri..

    Lagian bener kata si ampu.. “siap2 aj gk ada sponsor bola,musik dll..” jadii sepi deh,gk bsa liat orang persib ama macan kemayoran tanding..

    Lagi pula,apa gk turun tuh kas negaranya ?? IND kan penghasil tembakau paling bagus di dunia (setau saya lho) n di ekspor kemana2.. emang Pak bos bsa ngekspor sesuatu yang hasilnya bsa mengalahkan harga tembakau yang di ekspor ??

    Klo misalnya bcara tentang kesehatan gk spenuhnya rokok itu merugikan,soalnya ada zat2 tertentu dri rokok yang melancarkan pencernaan kita..

    Jadi,dengan itu apa Pak bos siap menerima konsekuensi yang ada bla menghapuskan rokok dri Indonesia ??

    (NB: Jangan sembarangan bertindak Pak bos,bisa2 malah negara ini sendiri yang rugi karena Pak bos yang melakukan tindakkan sembarangan.. apakah Pak bos rela melihat negara ini terpuruk karena keputusan Pak bos ?? masih banyak yang harus di pikirkan negara ini selain Rokok,seperti korupsi,kemiskinan dan kelapara.. mendingan Pak bos pikirkan masalah kemiskinan dan korupsi di indonesia dan diselesaikan,baru bikin Fatwa untuk larangan merokok)

  20. Wavatar hassim Says:

    Setuju ROKOK HARAM!!!

    Dengan dampak yang ditimbulkan dari merokok yang menyebabkan penyakit bagi si perokok maupun orang2 disekitarnya, berarti PARA PEROKOK ADALAH “PEMBUNUH”.

  21. Wavatar Raharjo Says:

    Merampok untuk membantu orang-orang yang tidak mampu (seperti halnya Robin Hood) apakah hal itu dapat dibenarkan? Membuat pabrik narkoba untuk menampung tenaga kerja dan untuk menambah devisa negara apakah juga dibenarkan? Membangun rumah perjudian untuk menampung tenaga kerja dan untuk menambah devisa negara apakah juga dibenarkan? Membangun rumah bordil untuk memberikan lapangan kerja bagi pelaku dan masyarakat sekitar apakah juga dibenarkan? Terus … apa bedanya dengan menghalalkan rokok demi untuk alasan menampung tenaga kerja dan menambah devisa negara, sedangkan jelas-jelas rokok berbahaya bagi pelaku dan juga bagi orang lain yang turut menanggung akibat yang ditimbulkan oleh asap rokok tersebut. Kalau mau beramal lebih baik uang yang akan dipakai untuk beli rokok dimasukkan saja ke badan amal/rumah zakat. Kalau dihitung secara total maka jumlah uang yang diperoleh akan jauh lebih banyak dibandingkan uang yang didapat pemerintah dari sektor pajak rokok tersebut. Kesimpulannya dapat beramal lebih banyak tanpa merugikan orang lain. Kalau menurut saya, MUI bahkan harus lebih berani lagi untuk menyatakan haram untuk seluruh kalangan.

  22. Wavatar noni Says:

    Mas salam kenal, aku barusan buat Asmaul Husna on line, kalo berkenan mohon dapat di add di linknya http://muslim-indonesia.com silahkan dilihat … semoga materi yang baik ini dapat disebarluaskan

  23. Wavatar Kontol Says:

    Kontol kabeh pendapate. Jangan semena-mena mengharamkan sesuatu. Jangan melihatnya dari sudut pandang yang merugikan atau dirugikan saja. Tengoklah produsennya dan orang yang bekerja disana. Maw ta qt membunuh dan menyulitkan sodara qt?? Jangan egois dunkz!!

  24. Wavatar sawunggaling Says:

    Silahkan MUI mengharamkan rokok dengan alasan yang sebaik – baiknya. tapi, saya sebagai masyarakat kecil yang juga bertani tembakau, tolong dicarikan ganti dari tembakau yang setidak – tidaknya sepadan dengan penghasilan menanam tembakau !!!!!!! Jadi, MUI harus bertanggung jawab dengan itu. jika tidak dicarikan gantinya, berarti MUI tidak memegang amanah seperti dalam hadits “ULAMA’ ADALAH PEWARIS PA RA NABI”. TOLONG MUI JANGAN JADI ORANG “MUNAFIQ”.

  25. Wavatar KHOTIBUL UMAM SUMENEP Says:

    UNTUK MUI : KAMI MEWAKILI RAKYAT INDONESIA. “JANGANLAH MERASA MALU ATAUPUN GENGSI UNTUK MENCABUT FATWA TERSEBUT. KAMI SEMUA AKAN TETAP MENDUKUNG MUI KAPANPUN JIKA MUI BERANI MENCABUT FATWA TERSEBUT. “MARI PERJUANGKAN KEMASLAHATAN UMAT”. MARI PAK!!!! SAYA YAKIN, SETELAH BANYAK MSYRKT YG TDK SETUJU FATWA ANDA, ANDA INGIN MENCABUTNYA, TAPI MALU. JGN MALU (GENGSI) PAK KYAI !!! SAYA TETAP DUKUNG ANDA.

  26. Wavatar Haryo Says:

    Katakanlah yang benar itu benar meskipun banyak yang menganggap itu salah, dan katakanlah yang salah itu salah meskipun banyak yang menganggap itu benar. Katakan yang baik itu baik meskipun banyak yang menganggap itu buruk dan katakan yang buruk itu buruk meskipun banyak yang menganggap itu baik. Kebanyakan orang susah menerima suatu kebenaran jika kebenaran itu mengusik kepentingan pribadinya sendiri, sehingga dengan aneka macam dalih dia akan berusaha keras untuk melawan kebenaran itu. Berpikirlah secara jernih, janganlah bersikap egois dalam menanggapi suatu persoalan.

  27. Wavatar EINDROWS Says:

    wah2.
    Masalah haram ato halal sudah ada di hadist.
    Rokok dapat dikatakan haram jika sang perokok sakit diakibatkan merokok.

    Untuk masalah larangan merokok dibawah umur 17 tahun itu kita juga harus bertanggung jawab. Saya kira kalo kita bisa menegur anak yang merokok mungkin perda/UU rokok tidak berguna. Jadi Masyarakat dan smuanya harus peduli jg. Jgn hanya sekedar UU/Perda.

    Kalo dibilang merokok tidak ada gunannya memang dari dulu tidak ada gunanya. Tapi sebagaian perokok mengatakan jika tidak ada rokok maka tidak bisa berfikir/bekerja. kita tidak bisa memotong haknya seseorang untuk merokok. Apalagi menutup pabrik Rokok. Yang tinggal di Indonesia ada puluhan juta. Apa semua muslim??
    Karyawan pabrik di PHK ?? butuh berapa perusahaan lagi dibangun???

    Solusinya ya kita mulai dari diri kita sendiri. Klo memang anda terganggu dengan orang yang merokok, tidak ada salahnya kita menegur perokok tersebut secara baik2, ataupun kita bisa pindah ketempat yang lain.
    Sebenarnya tidak susah koq klo kita menyikapinya dengan tenang.

  28. Wavatar GOBLOK Says:

    Goblok betul kalian, jangan hanya rokok yg dipandang rusak, buka mataMU CO: lihat itu Kamu makan TAHU, Me, bakso, miras, Perzinahan, membunuh, selingkuh, wah tau lagi mana yang saya mau sebut bingung weee.
    Itu lebih berbahaya dari rokok. Kasih keluarg FATWA jangan pake mata SATU .
    Ya jelas pake MATA satu ga bisa lihat yang lain. Rakyat jadi KORBAN, kemiskinan TAMBAH, NEGARA Rusak.

    NEgara kita ini BANYAK orang PINTAR ngomong, sana sini pake ANALISA, riset dan segala macam. Hasil katak dalam TEMPURUNG Hancur semua.

  29. Wavatar Haryo Says:

    Buat saudara GOBLOK, tema yang dibahas disini adalah ROKOK, bukan yang lainnya. Silakan buat tema yang lain dan akan dibahas tersendiri dalam forum pembicaraan yang lain. OK?.

  30. Wavatar afriyani Says:

    malahan rokok merugikan orang banyak, karena asapnya itu yg sangat berbahaya bagi kesehatan…
    sedangkan para kaum yg merokok tidak mementikan org disekitar yg secara perlahan mengajak orang lain terjerumus dalam penyakit……
    org yg merokok mestinya pikirin juga nasib kesehatan org lain terutama peremuan, ibu hamil……

  31. Wavatar Altaf.Izzat Says:

    Alhamdulillah, Saya adalah perokok berat inilah fatwa yang saya tunggu – tunggu. jadi STOP Rokok.

  32. Wavatar miss penasaran Says:

    walaupunQ bukan seorang perokok, tapi Q agak kurang setuju tentang pernyataan MUI bahwa merokok diharamkan bagi anak di bwh 17 thn….makruh bagi yang dewasa. kenapa g’ sekalian haram semua?atau kenapa g’ dimakruhkan semua?masak haram or halal di tentukan umur?

  33. Wavatar Si perokok Says:

    Kenapa merokok itu haram???????????? Coengkrek@ymail.com

  34. Wavatar RAPTOR Says:

    Hihihii… lucu banget haram/makruh koq ditentukan berdasarkan dari umur.

    Mbok kalo mau diharamkan tuh ya haram saja.. makruh ya makruh aja.. jangan leda-lede, plintat-plintut, bikin aturan koq gak jelas.. marai bingung…

    Kalo haram ya segera ditindak lanjuti, tutup pabrik rokok, penjual/pengedar rokok ditindak, dll..

    Wong miras yg udah jelas2 haram aja sampe sekarang masih bisa beredar koq.. di hotel2 berbintang dan cafe2/diskotik juga masih dijual bebas.

    Rokok haram? Padahal negara ambil sebagian pendapatan/pajak dari rokok. Uang pajak rokok digunakan juga buat bayar gaji pegawai2 pemerintah juga kah? Berarti makan uang haram juga donk… hihihi….

  35. Wavatar aas Says:

    buat mas GOBLOK,yang kayak gitu mah kaga usah pake fatwa lagi,di Al – Qur’an juga udah dilarang

  36. Wavatar stainless tanks Says:

    Saya setuju dg keputusan MUI

  37. Wavatar raharjo Says:

    Secara eksplisit disebutkan di setiap bungkus rokok bahwa:

    MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGUGAN KEHAMILAN DAN JANIN.

    Kalau produsen rokok sendiri sudah menyatakan bahwa produknya berbahaya dan mendatangkan penyakit, mengapa kok masih diizinkan beredar di pasaran ya? Bahkan secara besar-besaran iklan rokok terpampang dimana-mana.

    Kenapa pemerintah tidak mewajibkan di setiap bungkus rokok mencantumkan bahayanya bagi perokok pasif? Kenapa pemerintah tidak melindungi hak para perokok pasif?

    Kenapa para perokok itu tidak berpikir bahwa asap rokok yang dinyalakannya dan dihembuskannya kembali ke udara itu selain berbahaya bagi dirinya juga mengganggu dan berbahaya bagi orang lain di sekitarnya?

    Omong kosong dengan segala macam alasan kontribusi pajak, membantu petani tembakau, membantu karyawan pekerja di pabrik rokok, dsb. Kalau mau bantu orang lebih baik uang yang mau dibelikan rokok diberikan saja langsung kepada para fakir miskin, anak-anak yatim piatu, dll yang jauh lebih membutuhkan pertolongan. Atau kalau mau memberi kontribusi pajak ke pemerintah ya segera bikin NPWP dan bayarlah kewajiban-kewajiban pajak yang ada.

    Janganlah merasa sok menolong dengan cara merokok padahal kenyataannya justru banyak merugikannya.

  38. Wavatar Yayan Gokil Says:

    as~salam…..
    kata ‘ulama ushul “taqdimul Ahamm minal Muhimm”
    dahulukanlah yang lebih penting dari yang penting
    i think sblum fatwa haram rokok,mestinya fatwa haram profesi PSK dulu donk yang emank dalilnya udah Qoth’iy,v kok MUI g brani komentar ? artis kumpul kebo,kok gg d gubris ?

  39. Wavatar Haryo Says:

    Tanyakan pada hati nurani kita masing-masing, apakah merokok itu lebih banyak mendatangkan kebaikan atau justru lebih banyak mendatangkan keburukan bagi si pelaku dan terutama bagi orang lain.

    Suatu perbuatan yang dilakukan dan hanya beresiko buruk bagi sipelakunya itu masih agak mendingan meskipun itu buruk, terlebih lagi jika juga berisiko buruk bagi orang lain. Apakah merokok itu lebih banyak mendatang kebaikan bagi orang lain atau justru lebih banyak mendatangkan keburukan bagi orang lain?

  40. Wavatar ChloeSz Says:

    Very good idea just about this good topic! I think, that is really worth to buy an essay to receive the great success!

  41. Wavatar ees Says:

    yang haram tetap haram, yang remaja haram orang tua juga haram, jangan dibeda-bedakan. memang sesuatu kalau disenangi lalu dilarang, pasti akan di cari-cari alasan untuk membantahnya. itu namanya tidak mau menerima hukum dengan sepenuhnya. alias belum masuk Islam secara menyeluruh. dulu ketika belum dilarang tentang minuman (khamar) semua umat Orang meminumnya. tetapi begitu di larang tidak ada satu orangpun yang menyangkal. tidak ada yang protes mengapa diharamkan padahal dulu tidak. semua patuh pada hukum islam. biar aja yang gak mau menurut hukum diserahkan pada diri masing-masing. karena di akhirat masing-masing manusia menanggung perbuatannya sendiri-sendiri. saya dulu juga perokok dalam satu hari bisa dua bungkus atau lebih…. tapi atas kesadaran hati bahwa rokok itu menimbulkan mudharat yang artinya adalah HARAM…. saya sudah berhasil meninggalkannya ALHAMDULILLAH….. perbuatan haram yang kita lakukan itu kita sendiri lho yang menanggungnya bukan orang lain….

  42. Wavatar rendy Says:

    merokok di bawah umur 17 tahun bukan haram tetapi tidak baik buat kesehatan dengan anak yang se umur itu…
    koruptor itu yg perlu di tegaskan, kasih hukuman mati atau potong kedua tangannya…MUI HARUS LIAT DULU EFEK DAN AKIBATNYA BARU MENGELUARKAN FATWA….trims..

  43. Wavatar rendy Says:

    saya bukan perokok dan saya sangat setuju bila rokok itu haram. mengapa baru sekarang, saya sudah sejak dulu terganggu dg asap rokok..bikin sesak dada saya saja….apalagi istri sedang hamil…huuh sangat menyebalkan. klo mo ngudud ngumpet2 sono ato ditmpat smoking area saja jgn di tmpat umum

  44. Wavatar jhon Says:

    terasa janggal apabila ada segmentasi dalam hukum haram… kalo haram ya haram aja semuanya ga usah ada segmentasi usia! ingat negara ini ditunjang dengan saham roko yang paling besar… kalo pabrik roko ditutup secara masal apa jadinya nanti…

  45. Wavatar haryo Says:

    Sudah jelas, adanya segmentasi usia itu membuktikan bahwa yg membuat fatwa sebenarnya menyadari bahayanya merokok (aktif dan pasif). Namun karena yg membuat fatwa banyak yang sudah terlanjur kecanduan rokok, maka dibuatlah fatwa untuk mengamankan dirinya sendiri. Kalau benar itu kejadiannya maka benar-benar MUNAFIK !!!

  46. Wavatar orang kecil yg tertindas Says:

    gw kurang setuju bgnt sama fatwa MUI yg mengharamkan rokok, sebab Allah telah memberitahukan bahwa Alam di muka bumi ni di gunakan harus kita olah sebaik2nya. . . tembakau merupakan hasil dari alam yg kita kelola sehingga terbuatlah rokok, nah hasil tembakau yg menjadi rokok menguntungkan berbagai pihak dari kalangan kecil hingga kalangan besar sehingga tidak merugikan orang laen malahan menguntungakn orang laen.

    kalo MUI menganggap Rokok itu haram sama aj menghina hasil ALAM dong ???

    sebenernya menurut gw pribadi sih rokok tuh dapat menguntungkan orang itu sendiri dan merugikan orang itu sendiri.

    buat apa segala ada hukumnya Haram, jelas2 dalam Al-Quran gak ada Dalil yg sangat jelas bahwa Rokok itu Haram kan ???

  47. Wavatar raharjo Says:

    Buat bung “orang kecil yg tertindas”, ayat-ayat Allah jangan diselewengkan seenaknya saja dong. Rokok tidak sama dengan tembakau bung! Tembakau juga ada manfaatnya jika diteliti secara mendalam, tetapi tidak untuk rokok. Yang mengatakan rokok bermanfaat itu karena sudah terlanjur kecanduan sehingga seolah-olah tidak bisa hidup tanpa rokok. Jujur saja bagi para perokok, anda itu pada saat pertama kalinya merokok apa merasakan manfaatnya? Bagi anda para perokok, sadarkah kalian bahwa asap rokok rokok yang anda hisap itu selain berbahaya bagi dirimu juga mengganggu orang-orang disekitar kalian saat itu, bahkan juga berbahaya bagi orang disekitarmu?
    Jangan mencari-cari alasan untuk pembenaran dengan dalih membantu petani tembakau, karyawan pabrik rokok, pedagang asongan, menambah devisa negara dll, padahal sebenarnya hanya ingin memenuhi kepuasan pribadi semata. Masih banyak cara untuk membantu sesama dengan cara yang lebih baik. Sepertinya iklan-iklan rokok di televisi itu sangat menyesatkan, seolah-olah orang yang merokok itu adalah orang yang sangat hebat, berani, peduli dengan sesama, menjadi teladan bagi orang lain. Memang dunia ini sudah kebolak-balik.

  48. Wavatar blznk Says:

    pemeritah masih melihat jauh ke belakang masih NORAK coba pemerintah dan masyarakat lebih teliti bahwa rokok juga ada yang baik buat kesehatan bahkan bagi perokok pasif pun merupan terapi untuk mengisap asapnya bukan bohong tapi KENYATAAN dan REALITA karena ini rokok herbal yang menggunakan bahan2 alami yang dapat menetralisir zat bahaya dalam rokok kalo gg percara lihat aja situsnya http://WWW.ROKOKKESEHATAN.COM dijamin deh percaya.dan bagi yang melarang pasti gg bakal tau tentang rokok ini soalnya pikiran orang yang melarang itu KOLOT atau KERAS KEPALA jadi coba liat dulu aja

  49. Wavatar haryo Says:

    Buat bung blznk, masalahnya yang beredar di pasaran sekarang ini rokok yang mana bung? Cobalah dilakukan survey di pasaran. Berapa persen konsumen rokok yang seperti itu di Indonesia? Sudah jelas-jelas di bungkus rokok yang beredar umum di pasaran menyatakan bahwa rokok itu berbahaya, kok masih dipungkiri. Itu sama halnya dengan morfin, yang pada pemakaian tertentu memang ada manfaatnya, tetapi yang jelas jauh lebih banyak mudharotnya jika sudah dijual secara bebas di pasaran.

  50. Wavatar robbi Says:

    saya setuju, tapi bwat MUI tolong juga dong keluarin fatwa yg jelas2 hal yg haram seperti uang riba, dan pelacuran . . bukannya malah didukung kaya suruh bayar pajak pelacuran . .

  51. Wavatar martin Says:

    setuju merokok itu haram,,,,,,boleh di bilang gak da mamfaat sama sekali,,,,,,,,

  52. Wavatar nasution Says:

    Tanda2 kiamat sudah jelas, salah satunya yah spt ini nih. Kata2 ulama sudah tidak didengar lagi, kalo ttp mau kekeh merokok yah patuhi aja dulu aturannya. Jgn merokok di sembarang tempat tapi cari yg sdh ditentukan tempatnya, yg perokok pasifnya nya dunk yang dirugikan. STOP MEROKOK !!!!!!

  53. Wavatar mahesa Says:

    merokok berbahaya itu pasti…adakah penanggulangan pengangguran akibat dari tutupnya pabrik rokok…? pabrik rokok banyak…pengangguran masih banyak…biasa rakyat kecil jadi korban….biasa…buat kita yang sudah punya pekerjaan…..tinggal bilang EGP pokoknya rokok haram…

  54. Wavatar raharjo Says:

    Tidak perlu terlalu dikhawatirkan akibat tutupnya pabrik rokok:
    1. Pabrik rokok diganti dengan pabrik lainnya yang menghasilkan produk yang lebih bermanfaat => barangkali keuntungannya tidak sebesar pabrik rokok, tetapi yang penting HALAL dan BAROKAH.
    2. Pegawai pabrik rokok dipekerjakan di Pabrik penggantinya => barangkali gajinya tidak sebesar gaji sebelumnya, tetapi yang penting HALAL dan BAROKAH.
    3. Petani tembakau beralih menanam ladang/sawahnya dengan tanaman lainnya yang lebih memberikan manfaat, pekerjanya tetap dipekerjakan oleh petani tersebut => barangkali hasilnya tidak sebanyak hasil bertanam tembakau, tetapi yang penting HALAL dan BAROKAH.
    4. Pedagang penjual rokok beralih profesi menjual barang-barang lainnya yang lebih bermanfaat => barangkali keuntungannya tidak sebesar menjual rokok, tetapi yang penting HALAL dan BAROKAH.
    5. Pajak yang diperoleh dari rokok digantikan dengan pajak dari sektor lainnya => barangkali nilainya tidak sebesar yang diperoleh dari pajak rokok, tetapi yang penting HALAL dan BAROKAH (uang yang diperoleh dari sesuatu yang haram akan lebih banyak mudharot dibandingkan dengan manfaat). Negeri kita ini terpuruk barangkali karena uang yang dibelanjakan diperoleh dari sektor-sektor yang sangat meragukan halal tidaknya.
    6. Bagi konsumen rokok, uang yang semula digunakan untuk membeli rokok dapat digunakan untuk hal-hal yang jauh lebih banyak manfaatnya bagi keluarga, masyarakat, dan negara.
    7. Tingkat kesehatan masyarakat dapat lebih baik (bagi perokok aktif maupun bagi perokok pasif) => biaya kesehatan dapat lebih dihemat.
    8. Bagi yang sudah terlanjur kecanduan, dapat diterapi dengan sedikit demi sedikit mengurangi konsumsi rokok tiap harinya => sebagai contoh, bagi yang beragama Islam bukankah selama ini dapat menahan diri untuk tidak merokok selama shaum (puasa) di bulan Romadlon?
    9. Bagi para pemuka agama yang masih merokok, tolong memberi contoh/tauladan yang baik bagi umatnya masing-masing, jangan cuma sekedar omong doang menyuruh orang lain berbuat baik padahal dirinya sendiri menzolimi diri dan orang lain dengan kebiasaan merokoknya itu. Kalian itu adalah suri tauladan bagi umat.

  55. Wavatar Burhan Says:

    Nanggung!
    Sekalian aja negara di setir! Haram semuanya!
    Ngapa juga Pabrik rokok tidak dibakar habis?
    Hancurkan semua pabrik rokok!
    (itu baru solusi untuk tidak asal njeplak!!!)

  56. Wavatar Burhan Says:

    Nanggung!
    Sekalian aja negara di setir! Haram semuanya!
    Ngapa juga Pabrik rokok tidak dibakar habis?
    Hancurkan semua pabrik rokok!
    (itu baru solusi untuk tidak asal njeplak!!!)
    Negara kan cuma untuk mainan saja…

  57. Wavatar Uchiha Adam Says:

    Rokok memang tidak ada pada zaman Nabi tetapi Islam datang membawa kaidah-kaidah umum yang melarang segala sesuatu yang mendatangkan bahaya bagi badan (organ tubuh), menyakiti orang sekitar, merusak lingkungan, dan menyia-nyiakan harta.
    Berikut adalah 10 alasan kenapa rokok/merokok merupakan suatu yang haram:
    1. Telah dihalalkan yang baik-baik dan diharamkan yang buruk-buruk
    “Dan Rasul menghalalkan yang baik bagi mereka serta mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.” (Al-A’raf : 157).
    Rokok termasuk sesuatu yang buruk dan membahayakan.
    2. Larangan menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan
    “Dan janganlah menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (Al-Baqarah : 195).
    Rokok mengakibatkan penyakit yang membinasakan seperti kanker, paru-paru dan lain sebagainya.
    3. Larangan membunuh diri
    “Dan janganlah kamu membunuh dirimu.” (An-Nisa: 29)
    Rokok membunuh pecandunya secara perlahan-lahan.
    4. Larangan terhadap sesuatu yang bahayanya lebih besar dari manfaatnya
    “Dosa keduanya (arak dan judi) lebih besar dari manfaatnya.” (Al-Baqarah : 219).
    Rokok bahayanya lebih besar daripada manfaatnya.
    5. Larangan Membahayakan diri sendiri dan orang lain
    Rasululloh bersabda :
    “Tidak boleh membahayakan diri sendiri atau orang lain.”
    Rokok membahayakan si perokok, mengganggu orang sekitar, dan merusak lingkungan
    6. Larangan Boros
    “Janganlah menghambur-hamburkan (hartamu) dengan boros sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudaranya setan.” (Al-Isra’ : 26-27).
    Sabda Rasululloh :
    “Allah membenci untukmu perbuatan menyia-nyiakan harta.” (riwayat Bukhari Muslim).
    Merokok adalah menyia-nyiakan harta, dibenci oleh Allah.
    7. Perumpamaan peniup api sebagai perumpamaan yang buruk dalam hadits rasulullah
    Sabda Rasululloh :
    “Perumpamaan kawan duduk yang baik dengan kawan duduk yang jelek ialah seperti pembawa minyak wangi dengan peniup api tukang besi.” (riwayat Bukhari Muslim).
    Perokok adalah kawan duduk yang jelek yang meniup api.
    8. Ancaman bagi penghirup racun
    “Barangsiapa menghirup racun hingga mati maka racun itu akan berada di tangannya dihirupnya di neraka jahannam selama-lamanya.” (riwayat Muslim).
    Rokok mengandung racun (nikotin) yang membunuh peminumnya perlahan-lahan dan menyiksanya.
    9. Larangan bagi orang yang berbau busuk untuk mendekati masjid
    sabda Rasululloh :
    “Barangsiapa makan bawang putih atau bawang merah hendaknya menyingkir dari kita dan menyingkir dari masjid dan duduklah di rumahnya.” (riwayat Bukhari Muslim)
    Rokok lebih busuk baunya daripada bawang putih atau bawang merah.
    10. Jumhur Ulama Mengharamkan rokok
    Sebagian besar ahli fiqih mengharamkan rokok. Sedang yang tidak mengaharamkan belum melihat bahayanya yang nyata ialah penyakit kanker.
    Apabila orang membakar uang satu lira, kita pasti mengatakannya orang gila.
    Bagaimana orang membakar rokok yang harganya ratusan lira yang berakibat membahayakan dirinya serta orang sekitarnya?
    Dari semua hadits maupun ayat Al-Qur’an tersebut di atas jelas bahwa rokok termasuk di antara semua yang negatif dan membahayakan pengisapnya juga orang-orang sekitarnya.
    Apakah anda masih termasuk orang yang beragama dan berperasaan?
    Apabila rokokmu membuat orang terganggu dan mengotori udara maka mengotori udara hukumnya haram seperti halnya mengotori air yang dapat membahayakan orang.
    Andaikata kita bertanya kepada orang yang mengisap rokok, apakah rokokmu itu akan dimasukkan dalam amal baik ataukah amal buruk? Ia pasti menjawab bahwa itu termasuk dalam amal buruk.
    Memohonlah kamu kepada Alah agar bisa meninggalkan rokok, karena barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, Dia akan memberikan pertolongan dan bersabarlah kamu karena Allah beserta orang yang sabar.
    Wallahu ‘alam Bishowwab
    Semoga bermanfaat bagi ana pribadi dan ikhwah yang membacanya
    Diambil dari eBook: “Bimbingan Islam untuk pribadi dan Masyarakat”
    oleh: Asy Syaikh Muhammad Jainu

  58. Wavatar blznk Says:

    buat haryo: soalnya produk ini belum ada yang ngenalin ke pasaran coba masyarakat tau pasti beli produk ini lagipula harganya masih terjangkau

  59. Wavatar juned Says:

    yeee….
    di alqur-an kagak ad tuh bahasa merokok haram ada juga makruh…

    mngkin haram kalo yang bwt kitabnya yg
    mngharamkan rokok!!!

    lagian pkirkn negara jga dunh ,
    mikir!!!pendapatn negara terbesar tuh dari mna kalo bukan dari cukai rokok,trus bayar utang negara dari mana dari fatwa-fatwa,,,

    bisanya cuma bikin kontroversi aja neee!!!!

    trus kalo negara gag bisa bayar utang mau warisin apa buat generasi penerus kita ini,,,,????
    warisin utang?????

    nasution @: yeee….masa kata2 ulama harus didenger l0w ulamanya cuma jual dakwah n omongan aslinya
    tukang mabok penggemar nikah sirih,poligami,,,mu lu denger…..????
    yg ada tuh berpedoman ma al-quran….

  60. Wavatar haryo Says:

    Buat blznk: makanya pabrik rokok yg merugikan kesehatan ditutup dulu, terus disuruh ganti dengan pabrik rokok yang baik bagi kesehatan, maru masalahnya dapat terselesaikan.

  61. Wavatar yudi Says:

    bukannya ga setuju…skala prioritasnya mana ya…..Rokok jadi Haram…Prostitusi di lokalisasikan & belum jadi Haram…perjudian kedok sms, masih belum haram…. tuh buka2 sahwat…RU pornografi ga jadi Haram…di Quran jelas itulah yang merusak moral dan sumber penyakit hati…bahwa yang belum haram di negara kita sebenarnya udah diHaramkan Quran…tapi yang tidak Haram di Quran…dibikin haram ama MUI..ane lebih setuju prostitusi diharamkan di indonesia..selamat ya buat MUI….

  62. Wavatar Abdul muin Says:

    Berdasarkan fatwa MUI bahwa merokok itu haram telah banyak diberitakan di media cetak dan elektronik, jadi menurut saya terpaksa bang Haji Rhoma Irama harus menambah dan merubah lirik lagu “Haram”. Di dalam syair lagu haram hanya terdiri dari berzina, mencuri, berjudi dan mabuk-mabukan. Jadi di dalam syair itu tidak ada merokok itu haram dan itu harus di tambah liriknya dalam lagu itu yang syair seperti ini :
    “mengapa..e..mengapa merokok itu haram..
    “karena..e..karena…asapnya mengganggu orang”
    seperti itulah menurut saya syairnya.

  63. Wavatar blznk Says:

    mungkin MUI mulai sesuatu yang gg jelas dan nyari sensasi gimana jadinya nasib bangsa pikirin dulu aja tuch utang negara yang kayak gunung dulu baru mikirin yang lain

  64. Wavatar haryo Says:

    Soal HALAL & HARAM tidak ada kaitannya sama sekali dengan banyaknya devisa negara yang diperoleh darinya, juga tidak ada kaitannya sama sekali dengan adanya alasan karena sudah terlanjur banyak rakyat yang kehidupannya sangat tergantung darinya.

    Terus bagaimana dengan pabrik narkoba, rumah bordil, rumah judi dan pabrik minuman keras? Hasil devisa yang didapatkan dari sektor pasti jauh lebih dahsyat dan dapat menampung tenaga kerja yang sangat banyak. Apakah bisa menjadi HALAL?

    Soal HALAL & HARAM juga tidak bisa dikaitkan dengan skala prioritas. Yang namanya HALAL ya HALAL, yang namanya HARAM ya HARAM. Dalil untuk menentukan HARAM atau tidak sudah sangat jelas tertuang di Al Qur’an dan Al Hadist. Tinggal kita mau buka mata atau tutup mata terhadap hal tersebut.

  65. Wavatar saia Says:

    ckckckck.. ttp talk less do more bro… keep on!

  66. Wavatar blznk Says:

    sia sia aja entuin kayak gitu gg ada manusia yang bisa menilai dengan sempurna sesuatu hal di bumi ini

  67. Wavatar anak ayahKU Says:

    aku dilahirkan dr kecil hingga dewasa kini dan bisa hidup dari seorang ayah yg kerja di perusahaan roko, MUI menyatakan roko HAram… berati pa yg aku dapat dr kecil hingga dewasa kini dan yg mengali di dlm tubuhKU semua haram karna pa yg di beri dari penghasilan orang tuaku dr barang HARAM sesuai dngn FATWA yg anda sahkan…
    TOLONG bagi orang beriman yg mengeriti agama bgaimn anda menyikapi hal ini??? saya merasa sedih dan kecewa dengan FATWA ini,,, da 1 hal yang harus di ketahui”””’ HALAL DAN HARAM hanya ALLAH SWT yg yg mengesahKan’y bukan manusia seperti kita”””” jngnlah anda mengesahkan sesuatu tnpa mempertimbangkan apa dampak dr semua ini. anda bukan ALLah jd jngn buat FATWA yg meresahkan seorang hamba sepertiku.

  68. Wavatar mui fans Says:

    biasa aja tuh , yg mau merokok silahkan aja asal j gn gangguin orang yg tidak merokok ( jadi perokok pasif )
    ——-
    toh gak ada sangsi hukum (pidana ) untuk yg merokok.

  69. Wavatar mbah bejo Says:

    merokok ga merokok tu urusan pribadi masing2, kalo yg di buat beli rokok itu uangnya hasil nyolong, aq sih setuju kalo itu haram, tp kalo uangnya uang pribadi dr hasil kerja saya rasa sah2 aja, kan ga ada yg di rugikan?
    Betul ga bosss?????

  70. Wavatar dhika6046 Says:

    kenapa ko bru skrng memperdebatkan mslh rokoknya?klo blh ta MUI berdiri sejak kpn si?trus jalan keluarnya bagi para buruh pabriknya,petani tembakau,pdagang klontong,dll(yg berhubungan tntang rokok)apa MUI siap membuatkan lapangan pkerjaan bagi mereka smua(yg jmlhnya hampir tdk trhitung).klo bsa dkondidikan dlu bgaimana dampaknya nanti.dan tlg d pikirkan jg jln kluar & solusi bgi para perokok berat(pcandu).

  71. Wavatar didik Says:

    Kakek saya adalah perokok berat yg seharinya bisa habis 6 bungkus kretek (bukan filter lho) dan beliau meninggal di usia 76 tahun karena sakit jantung. Kakek saya yg satunya juga perokok kretek berat meninggal di usia 65 tahun karena keserempet truk. Saya juga punya kakek angkat yg juga perokok berat dan meninggal di usia 95 tahun karena sakit demam (mungkin jatah usianya di dunia sudah habis). Merokok adalah kegiatan yg unik dan hanya dapat dirasakan kenikmatannya oleh orang2 yg melakukannya. Orang2 yg tidak merokok akan mengalami kesulitan utk melukiskan nikmatnya kegiatan merokok. Kebanyakan orang2 yg sehat sampai usia tua, umumnya/mayoritas adalah perokok berat; ini adalah pengamatan sehari2 yg saya lihat di lapangan (terutama di kampung2 dan wilayah pesantren tradisional). Mungkin ini adalah kesimpulan yg prematur, yaitu; di tempat/kota yg polusi udaranya sangat tinggi dan tingkat stress yg juga tinggi, rasa2nya merokok adalah salah satu alat untuk melepas/menghilangkan pengaruh polusi yg masuk ke tubuh/stress yg menghantui jiwa. Walhasil, jika anda ingin panjang umur seperti kakek2 saya dan orang2 lain yg sehat hingga masa tuanya, maka merokoklah agar anda mempunyai ketahanan tubuh yg sangat tinggi dari berbagai penyakit (terutama penyakit2 baru)! Atau anda ingin mencari tahu dulu, berapa panjang usia anda di dunia yg ingin anda capai?? 50/60tahun, 70/80 tahun,
    90/100 tahun atau bahkan lebih? Merokok diharamkan (dilarang) bagi yang tidak kuat; baik tidak kuat uangnya dan kondisi fisiknya. Tapi bagi yg kuat, boleh2 saja.

  72. Wavatar didik Says:

    Betul komentar anda semua! Lain otak (pikiran) lain isinya… Terlalu banyak orang yg berkaitan dengan rokok; mulai dari petani tembakau, pengepul, bandar, pedagang/toko & karyawannya, pabrik2 dan puluhan ribu karyawannya. Bila perkebunan mau diberangus (gaya2 PKI nih..) dan pabrik2 rokok ditutup; maka kita harus mau memberi ganti ladang usaha bagi mereka, minimalnya menanggung biaya hidup mereka & keluarganya selama sekian lama sampai mereka mendapat usaha/pekerjaan yg memadai. Bila tidak mau; maka anda yg mahasiswa bisa disebut mahasiswa yg tidak bertanggungjwb, anda yg dokter bisa disebut dokter yg tdk bertanggungjwb, anda yg tukang ibadah bisa disebut sbg tukang ibadah yg lari dari tanggungjwb. Atau paling nggak, anda wajib memikirkan atau mengganti besarnya pajak pendapatan yg diperoleh negara dari rokok yg nilainya trilyunan rupiah! Pajak yg digunakan utk kelangsungan pembangunan negara dan kembali buat kesejahteraan rakyat; atau kita berharap negara ngutang lagi…?? Dokter2 mestinya bersyukur bahwa tetap ada pasien yg datang untuk berobat dan membeli obat (obat yg dibuat dari bahan2 kimia yg juga beracun…). Kalau semua orang di dunia sehat, akan terjadi ketidakseimbangan; dokter kekurangan pasien yg berakibat berkurang pendapatan dan bisa2 fakultas kedokteran akan kosong selama satu abad ke depan…… Bertambahnya jumlah penduduk karena semuanya pada terlalu sehat juga sangat membahayakan; karena lapangan pekerjaan akan maha sempit; pemerintah akan kewalahan dan semuanya pasti menderita. Bagaimana dg binatang2 buas seperti singa, harimau dan buaya yg lebih banyak merugikan daripada manfaatnya; yg membuat hidup manusia tidak tenang & nyaman? Semestinya dibunuh/dibasmi?? Harus Ada Keseimbangan di dalam kehidupan ini…!! Salaaam!

  73. Wavatar jojo Says:

    Naudzubillah himindzalik … sungguh berbahaya jika logika berpikir sudah kebalik-balik terutama dalam hal hukum sebab-akibat. Mencagah jauh lebih baik daripada mengobati.

  74. Wavatar yudi Says:

    klo solusi untuk perokok…dah ada tuh rokok electric (ane ga jualan lho bro..) yg lebih sedikit kandungan racunnya (atau mungkin benar2 ga bahaya kaya shisha), coz ga ada nikotin nya…beres kan solusi buat perokok, jadi bukan perokok yg cari2 pembenaran lho…..nah sekarang…solusi buat petani, karyawan pabrik, tuh kaya putra karyawan pabrik yang bertanya apa hasil kerjakeras bapaknya dianggap haram, dan para orang tua memberi nafkah harta haram karena kerja di pabrik rokok?? gimana hayoo??…rokok masalah yang semu…hukum IJMA dari ulama…justru yg pasti2 HARAM kaya perzinahan yang jelas merusak moral dan jelas bikin aids, dalil di Quran jelas ada kalimat ZINA..malah di lokalisasi & ga ada fatwa haram untuk menutup lokalisasi….ane setuju…mencegah lebih baik dari mengobati…tapi menutup yg benar2 bikin sakit jauh lebih utama dari ngurusin masalah semu….diliat donk efek yg ditimbulkan gimana…banyak mudhorotnya apa ga klo pabrik rokok ditutup? kayaknya bener2 banyak pengangguran, banyak kejahatan,…nah contoh klo lokalisasi ditutup…jelas mudhorotnya 0%…. ah ga tau lah…sekedar comment…coz bisanya cuma gini…negara dah ga jelas…ulama banyak yang dipolitisi….mau rokok jadi haram & pabrik ditutup…terserah deh…ane sami’na wa ato’na….namanya juga ummat, cuma ikut bantu doa, semoga keputusan yg diambil ga salah…. :)

  75. Wavatar didik Says:

    Hukum halal (boleh) dan haram (dilarang) dalam Al-Qur’an sudah jelas sekali, nggak perlu dipersulit. Babi itu benar dilarang (haram), itu sudah jelas…nggak perlu penjelasan lagi! Demikian pula dengan khamar, sudah jelas dilarang (haram)! Demikian pula dengan zina (lokalisasi) sudah jelas dilarang (haram)….apa anda2 ingin lebih jelas?? Nah, hukum2 yang berkaitan dengan masalah2 baru yg di zaman Rasul saw belum terjadi/ada memang perlu pertimbangan dari berbagai sudut, bukan hanya dari Al-Qur’an dan hadits saja; tapi bisa juga dengan pertimbangan dari sudut ekonomi, kesehatan, ketatanegaraan (politik), budaya dsb, tergantung masalah yang dihadapi! Hukum2 tsb biasanya disebut dg “Masaail Fiqh”, yaitu fiqh2 yg memuat hukum yang berkenaan dengan hal2/masalah2 baru; seperti rokok, video game, bioskop, hukuman mati pakai suntikan, hukuman mati dg disetrum, operasi plastik, arisan, susu bubuk, KB, musik pop-rock-dangdut, fastfood, asap kendaraan yg penuh racun, nikah jarak jauh dg teleconference, perang dg senjata kimiawi, dll – cobalah cari hal2 baru yg belum ada pada zaman Nabi saw tetapi kira2 anda tidak/kurang suka – bila anda tidak mampu untuk memproses otak pikiran anda dg dasar dalil naqli & dalil aqli, paling2 yg bisa anda perbuat adalah menjauhinya bahkan membencinya. Makin banyak orang nggak suka/benci seiring dg bertambahnya populasi manusia, akhirnya diputuskan utk mencari orang2 yg bisa mencari dasar2 dalil/hukum dari berbagai sudut pandang. Mereka para ahli dari berbagai disiplin ilmu itu berkumpul dg argumen masing2, mengambil kesimpulan dan kemudian memutuskan hukum atas masalah tsb. Hukum yg diputuskan itu adalah untuk manfaat secara umum; lebih luas lagi harus ditinjau apakah hukum itu berfaedah untuk bangsa & negara apa tidak! Jadi nggak ada istilah logika berpikir kebalik-balik, karena itulah manfaat otak yg dianugerahkan tuhan. Gunanya otak adalah utk berpikir & merenung (tadzkirah) akan kebesaran ciptaan (makhluq) Tuhan, bahwa segala makhluq yg ada dilangit & di bumi, yg terlihat maupun yg tidak terlihat mempunyai arti dan guna. Hukum yg berkenaan dengan segala masalah, DASARnya ada di kitab & hadits (maaf yaa..ini pandangan dari sudut agama Islam). Kalau nggak ada penegasan dan perincian, maka carilah rinciannya dari berbagai bidang ilmu dg berpikir luas. Anda2 pun bisa mengeluarkan dalil hukum??!! Caranya bagaimana? Caranya: Masuklah anda ke sekolah tinggi agama Islam di fakultas syari’ah (hukum Islam) & lebih baik anda ngerti bahasa arab, selama 4-5 tahun; kemudian setelah lulus anda2 mesti sering/rajin ceramah/khutbah di berbagai tempat dan alangkah bagusnya anda bergabung di organisasi Majelis Ulama Indonesia atau semacamnya di setiap organisasi seperti NU-Muhammadiyah-Persis-AlIrsyad dsb. Saya yakin ucapan2 anda2 akan diikuti oleh orang2 yg tidak belajar masalah Islam dan kesimpulan dari argumentasi anda bisa dijadikan rujukan hukum. Lebih bagus lagi anda kemudian teruskan studi utk strata 2 dan strata 3. Jadi bila anda tidak punya waktu atau tidak berminat belajar Islam secara khusus maka yg bisa anda lakukan adalah “taqlid” (mengikuti tanpa punya dasar/ilmu) atau “ittiba'” (mengikuti dengan dasar/ilmu). Tetapi kalau anda mau belajar, paling tidak anda sudah mampu untuk melakukan dasar2 ijtihad (berpikir) untuk anda keluarkan hukum untuk diri anda sendiri & keluarga anda tanpa harus anda berlakukan kepada orang lain. Sebaiknya juga kita renungkan perkataan Imam Syafi’i tentang susahnya berijtihad tentang suatu ayat: “Selama 11 tahun aku menelaah satu ayat ini, belum juga kutemukan makna dan kandungannya”. Untuk berijtihad diperlukan ALAT. Alatnya ada 9 ilmu. Lha, saudara2 pernah berusaha berijtihad perlu berapa lama? sejam, sehari, sebulan, setahun? waduh, terlalu singkat, mana orang percaya gaya ijtihad seperti itu. Jadi, kesimpulannya: “Berpikirlah semampu mungkin dengan kehebatan otak kita. Dan bila kita lakukan maka kita harus mau bertanggungjawab atas perbuatan kita itu”. Salaaam…!

  76. Wavatar adi Says:

    Klo memang di indonesia di haramkan kenapa di negara-negara lain tidak ada fatwa haram untuk rokok… apa MUI nya di kita yang ngaco?…

  77. Wavatar jojo Says:

    Silakan buka website ini dan putuskan sendiri kira-kira pantas tidak jika rokok dinyatakan haram:

    http://kabarislam.wordpress.com/2010/03/25/4-000-bahan-kimia-dan-400-racun-di-dalam-rokok/

  78. Wavatar blznk Says:

    yang anget….yang anget….

    ribut mulu udah lah dah lewat dan tetep gg ngaruh tuh fatwa……..
    lanjutkan hidupmu yang sekarang aja…..

  79. Wavatar didik Says:

    he..he..he.. memang betul masalah yg disenangi atau tidak disenangi memang suka bikin ribut, padahal rokok sudah ada sejak zaman VOC! Mayoritas pemimpin tarekat/thoriqot dan para pengikutnya adalah perokok puluhan tahun 20-30 tahunan, tukang wirid dan sering mimpi bertemu rasululllah saw tersenyum. Maka, pantas atau tidaknya rokok dilarang (istilah arabnya: haram) tergantung masing2 individu. Bagi individu yg tidak kuat; sekali isep saja sudah batuk bahkan muntah, maka jangan merokok, laranglah (haramkan) dirimu sendiri dari rokok dan sebangsanya. Tapi bagi yang merokok/suka rokok; boleh2 saja! “Boleh” dalam istilah arab adalah “halal”. Sedang “dilarang” dalam istilah arabnya adalah “haram”, yang dalam istilah Inggris adalah “forbidden”, atau dalam istilah jawa adalah “ora oleh” alias “mboten pareng”, atau istilah sunda “teu tiasa”.
    Istilah dalam bahasa bataknya apa yaa?? ada yang tahu nggak…..?

  80. Wavatar Agus Nizami Says:

    Merokok itu haram. Dalil selengkapnya silahkan baca di sini:
    http://media-islam.or.id/2008/02/22/merokok-itu-haram

    Ganja, Narkoba, Baygon, dsb tak ada dalam Al Qur’an dan Hadits. Tapi kalau berbahaya jika dihisap atau diminum, haram hukumnya. Dalilnya:

    Rasululloh SAW bersabda, “Dilarang segala yang berbahaya dan menimpakan bahaya.” (Hadits hasan diriwayatkan Ibnu Majah, Daruquthni, dan Malik dalam Al-Muwatha’)

    “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” [Al Baqarah:195]

    Rokok memberi penghasilan bagi banyak orang bukan dalil untuk menghalalkannya. Mengedarkan Narkoba atau menanam ganja lebih untung. Tapi itu tetap tidak halal kan?

  81. Wavatar didik Says:

    Sebenarnya “pemikiran/cara berpikir/cara mengolah otak” yang kita punyai sederhana saja. Arti “haram” yang mudah dimengerti adalah “TIDAK BOLEH”. Hal-hal (fokus ke: sifatnya bendawi/fisik) kalau membuat si A menjadi sakit, berbahaya dan menimpakan bahaya buat si A; maka buat si A hukumnya TIDAK BOLEH (haram). Kalau barang2 seperti itu membuat si A jatuh ke dalam kebinasaan; maka buat si A hukum benda tersebut TIDAK BOLEH, dan si A tidak boleh meng-HALAL-kan benda tersebut buat dirinya, dengan dalih apapun. Karena kalau dipaksakan; si A dijamin pasti tidak akan kuat, alias akan binasa. Jadi hadits Nabi saw di atas itu BENAR dan berlaku untuk orang-orang yang memiliki “kemampuan hidup” yang seperti dialami oleh si A.
    Jadi, kalau rokok itu ingin dilarang; maka sebaiknya dilarang saja untuk orang2 yang berkarakteristik secara fisik seperti si A; artinya ROKOK hanya berlaku, beredar dan diperdagangkan oleh kaum A.
    Kita ndak usah melebar ke baygon, ganja & turunannya (permen karet dg kandungan ganja), air minum kemasan dicampur setetes ganja atau masakan padang dicampur ganja sbg bumbu supaya lebih sedap; nanti bisa-bisa melebar ke kotoran kuda & sapi atau kotoran mencretnya bayi…! Sebaiknya bertanya kpd hati nurani masing2; KUAT apa tidak yaaa…kalau saya merokok..?!
    Kalau jawaban hati nurani kita mengatakan: “wah, saya pasti bakalan ambruk nih, pusing, mual…bisa2 uang gaji saya habis..”; maka sebaiknya anda kita melarang diri kita sendiri dari “Rokok”. Dan supaya kita selalu ingat, bikin saja stiker besar ditempel di kamar tidur & ruang tamu: “ROKOK ITU HARAM UNTUK SAYA…!!”

    Saya adalah pengikut Ulama-ulama jaman dulu (baheula), bukan Ulama-ulama jaman kini; dan menimbang & memutuskan bahwa FISIK saya TIDAK RAPUH; maka saya memvonis: “ROKOK ITU HALAL UNTUK SAYA..!”.
    Lhaaa saudara 2 tergolong kaum yang mana? Kaum yang kuat secara fisik, logika (AKAL) dan mental; atau sebaliknya? Mudah-mudahan memberi masukan……….

  82. Wavatar didik Says:

    RALAT : artinya ROKOK hanya berlaku, beredar dan diperdagangkan oleh kaum A.
    SEHARUSNYA : artinya ROKOK hanya berlaku, beredar dan diperdagangkan oleh kaum non-A.

    Hidup itu dibuat santai saja….nggak perlu ngejlimet ; karena hukum Islam itu hukum yang paling mudah dipahami & dikerjakan…..tentunya sesuai kemampuan pengikutnya

  83. Wavatar jojo Says:

    Bagaimana kita bisa mengatakan bahwa fisik kita kuat/tahan meskipun merokok? Apakah pernah terpikirkan bagaimana dengan orang2 disekitar kita yg turut “menikmati” asap rokok yg kita konsumsi? Sudahkah dilakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap diri kita melalui uji lab? Dan janganlah kita menjadi takabur terhadap apa yang kita rasakan selama ini. Manusia diberikan akal untuk berpikir … Sudah banyak penelitian dari para ahli berkaitan dengan rokok, efeknya terhadap bagi perokok aktif maupun bagi perokok pasif … Masihkan kita mau membutakan diri terhadap hal itu hanya karena kita sudah terlanjur kecanduan rokok?

  84. Wavatar ibnu khoir Says:

    FATWA DIKELUARKAN KARENA DESAKAN BUKAN KARENA KEBENARAN………

  85. Wavatar jangkrik Says:

    saya rasa MUI bilang Haram juga tetp banyak orang ngrokok, lawong udah kayak budaya .. apa lagi korupsi (tau sendirikan indonesia kayak gimana)
    di indonesia itu islamnya cuma KTP bunyak sekali, ga peduli haram ttp dilakuin, zinah,mabok,judi,korupsi , lha itu di indonesia orang bnyak yang nglakuin, apa lagi cuman ngrokok pasti di anggap enteng..

    jadi bung-bung sekalian, yg jadi masalh itu sebenarnya individu masing2 ,kalo emg semudah itu bilang haram terus umat-umat pada ga nglakuin wah dari dulu indonesia udah jadi negara sejahtera, ga da zinah,mabok,judi,korupsi dll dah tau salah ttp di lakuin –a hesshhh

    so biarin MUI mikir and ngluarin fatwa , skrg kmbali ke masing2, kan kalian uda pada dewasa bisa nentuin baik buruk untuk diri sendiri.. trmakasih

  86. Wavatar Islam Elastis Says:

    Sebenarnya mengenai hukum HALAL & HARAM tidaklah bergantung kepada suatu lembaga apapun namanya. Hukum halal & haram itu yg menentukan Alloh. Dulu zaman kenabian sebelum Muhammad SAW, hukum2 halal/haram malah diturunkan secara tegas/qath’i/pasti, alias tidak memerlukan penjelasan/penafsiran, jadi tidak perlu hadits2 nabi. Seperti hukum Musa as yg terkenal yaitu: “10 perintah Tuhan”; itu hukum yang qath’i, tidak membutuhkan penjelasan & penafsiran; seperti: “Dilarang membunuh, dilarang berzina, hormati ibu bapakmu, dst”. Ketika masa nabi Muhammad SAW, hukum2 yang diturunkan bersifat “qath’i & zhanni” atau dg kata lain “muhkamat & mutasyabihat”. QATH’I bermakna absolut, pasti, dan tidak dipermasalahkan oleh berbagai kelompok atau menjadi lintas madzhab dan agama. Karena itu kebenarannya tidak dapat diperselisihkan. ZHANNI bermakna persangkaan; ajaran atau petunjuk agama baik dari al-Qur’an maupun hadis Nabi yang bersifat jabaran (implementatif) dari prinsip-prinsip yang universal.

    Ajaran zhannî tidak mengandung kebenaran atau kebaikan pada dirinya sendiri. Ajaran zhannî terikat oleh ruang dan waktu, oleh situasi dan kondisi. Yang masuk kategori zhannî adalah seluruh ketentuan batang tubuh atau teks, ketentuan normatif yang dimaksudkan sebagai upaya untuk menterjemahkan yang qath’i (nilai kemaslahatan atau keadilan dalam kehidupan nyata).

    Hukum ZHANNI sifatnya relatif, ia terikat oleh dimensi ruang dan waktu. Karena itu, hukum potong tangan bagi pencuri, lempar batu bagi pezina, prosentase pembagian waris, monopoli hak talaq bagi suami, keterlibatan wali dalam nikah, dan ketentuan-ketentuan lain yang bersifat non-etis, masuk kategori yang zhannî. Dengan demikian, ajaran zhannî bisa dimodifikasi. Akan tetapi, implikasi dari pemahaman yang seperti itu adalah bahwa ayat muhkamât atau qath’i yang bersifat universal tidak memerlukan terobosan ijtihâd . Yang bisa dilakukan terobosan ijtihâd adalah ayat-ayat mutasyâbihât atau zhannî. Yakni definisi tentang mashlahât atau keadilan dalam konteks ruang dan waktu yang nisbi.

    Kembali kepada masalah “ROKOK”; sudah jelas “rokok & turunannya” yaitu menanam daun tembakau kemudian pemrosesan sampai ke perdagangan, hukumnya adalah ZHANNI atau MUTASYABIHAT. Suatu hal/perkara yang masih dipermasalahkan/diperbincangkan; dan penyelesaiannya dg cara “ijtihad”. Dan hukumnya bersifat relatif karena terikat oleh dimensi ruang & waktu. Dahulu boleh jadi orang2 masih tidak sesumpek/sepadat sekarang, sehingga ruang & waktunya masih “besar/luas”. Sehingga ulama2 zaman dahulu sama sekali tidak mempermasalahkan “rokok”, karena mereka juga perokok berat, dan barang2 lain , yang di zaman sekarang malah jadi bahan perdebatan dan sampai2 diharamkan oleh muslim yang awam tentang hukum Islam. Mungkin, dimensi ruang & waktu pada masa kini sudah “kecil/sempit” sehingga banyak orang yang merasa terganggu dg asap rokok; maka ruang merokok pun, mungkin jadi semakin sempit, yaitu di tempat2 dg ukuran tertentu seperti rumah atau bahkan di daerah pedesaan yang walaupun sudah makin padat tetapi masih bisa menerima keberadaan orang2 yg merokok.

    Kalau dipersempit lagi, maka dimensi ruang bisa berukuran tubuh seseorang; dengan pengertian bahwa rokok bisa diperbolehkan bagi mereka2 yang memiliki tubuh kuat & mungkin menambah nilai positif secara “spiritual” bagi mereka; tetapi bisa pula diharamkan bagi mereka2 yang memiliki tubuh rapuh. Saya teringat tentang saudara sepupu saya; ketika dia mengikuti seleksi penerimaan taruna AKABRI tahun 1987, dalam tes kecepatan lari naik-turun bukit dg tas ransel punggung kl 40 kg & tangan membawa senjata laras panjang, walaupun tubuhnya kecil & lebih pendek daripada rata2 peserta lainnya yg berbadan tinggi & besar, tetapi dia adalah peserta tercepat ke-2 yg mampu mencapai garis finish.
    Jadi kejadian tsb dapat disimpulkan bahwa saudara saya tsb beserta sekian ribu orang yang memenuhi syarat adalah orang2 yang “di-HALAL-kan” masuk AKABRI dan yang tidak masuk kategori lulus adalah yang “di-HARAM-kan” masuk pendidikan AKABRI. Kira-kira seperti itulah hukum rokok bagi manusia……..

    Bagi anda yang tidak mengerti hukum di dalam Islam atau tidak mempelajari hukum Islam dan ke-islaman secara khusus, maka anda sebaiknya berpegang kepada tali yang ada, yaitu MUI, supaya anda “tidak jatuh dan rapuh”. Bagi anda yang mengerti hukum Islam & mempelajarinya secara khusus; maka peluang anda untuk dapat ber-IJTIHAD sangat besar. Orang2 yang merasa mampu ber-IJTIHAD dengan bekal segala disiplin keilmuan yang dimilikinya, minimalnya bisa ber-IJTIHAD tentang sesuatu perkara, setidaknya diberlakukan untuk diri & keluarganya (Al-Qur’an : “Jagalah dirimu & keluargamu dari api neraka”)

    Hukum Islam itu mudah dipahami, tentunya jika kita memiliki pengetahuan & keilmuan yang memadai….!

  87. Wavatar Muhamad Sani Abu Bakar Says:

    Jika minum arak, undang2 haram di jual pada orang2 Islam
    Jika merokok haram, undang2 nya pun haram di jual pada orang2 Islam
    Dan orang2 Islam yang yang menjual/membeli rokok harus di hukum menurut Undang2 Islam .

  88. Wavatar mrozi Says:

    Assalaamu’alaikum. saya setuju apapun tentang keputusan merokok oleh MUI..tapi lebih setuju lagi bila perbuatan maksiat dalam sekala besar yang di haramkan,,sukur sukur di hukum mati.contoh :koruptor di segala kelas ( ini yg paling PENTING )ketidak adilan,,apakah hal hal seperti contoh yang saya sebutkan tadi tidak dalam pemikiran MUI..? wassalaamu’alaikum.

  89. Wavatar Ghodary Says:

    Saya sudah merokok selama 16 tahun, nggak apa2 tuh..!! Pernah saya merokok dalam satu hari habis 10 bungkus ditambah kopi hitam pahit sebanyak 8 gelas, nggak apa2 tuuh..!! Kakek2 saya yang sudah meninggal dari pihak bapak dan ibu saya sama seperti saya (atau saya sama seperti kakek saya..?) juga perokok; beliau2 bisa ngabisin 4 s/d 8 bungkus sehari; nggak apa2 tuuh.!! Dimana letaknya, kalau merokok itu tidak boleh/dilarang (HARAM)?? Informasi di atas juga menyebutkan bahwa ULAMA2 kita jaman dulu adalah juga perokok; apa kita juga akan memvonis beliau2 adalah juga sebagai ULAMA-2 SU’U (Jelek)..? Mengapa harus dipaksakan bahwa merokok itu berhukum haram..? Anehnya, sebagian besar yang memaksakan untuk menghukumkan haram bagi rokok adalah ustadz-2 kelas bawah dan masyarakat yang awam Islam plus awam pula dengan Hukum Islam. Apakah sebodoh itu mereka-2 yang aktif di lembaga yang dinamakan MUI (dan orang-2 awam memanggil mereka dgn sebutan ULAMA) akan dengan berani menyebut pula ulama-2 jaman dulu sbg ULAMA SU’U, seperti KH. Wahid Hasyim, Syaikh KH. Usman Dhomiri (Bandung) dll?? Saudara2 juga akan disebut sebagai ULAMA kalau saudara aktif di lembaga MUI dan nama saudara terdaftar disana; walaupunpun pendidikan saudara cuma lulusan Aliyah plus pendidikan singkat sebagai juru dakwah dan kursus Ilmu Fiqh selama 6 (enam) bulan). Tanpa perlu mempelajari ilmu aqidah, thoriqot bahkan hakikat seperti Syaikh KH. Usman Dhomiri; saudara pastilah akan disebut sebagai ULAMA, terutama oleh kalangan Islam yang masih awam asalkan aktif terdaftar sebagai anggota MUI (jaman dulu tidak ada MUI).

    Sebenarnya beberapa komentar di webblog ini sudah memberikan penjelasan-2 yang cukup gamblang tentang tidak perlunya sebagian umat Islam untuk memaksa-maksa lembaga MUI (MUI dipaksa oleh umat yang awam..??) apalagi sampai demonstrasi menuntut pengharamkan rokok. Sebaiknyalah bagi sebagian masyarakat seperti inilah yang perlu bagi MUI untuk menerbitkan FATWA “DIAM” bagi mereka yang tidak mengerti tentang Islam….

  90. Wavatar iqbal muhammad Says:

    dari sejak kapankah ada rokook?

    mengapa rokok itu di haramkan?

    apakah di kalangan MUI sudah dpat menghilangkan rokok di kalangannya?

    sebenarnya msih byk lgi yg perlu di perhatikan, dri pda hal yg kurang perlu, byk lgi mslah2 ttg yg lain.
    misalnya liberalisme, korupsi, penghalalan homoseks dll.
    wallahua’lam…..

  91. Wavatar Rokok | lamputjoret Says:

    [...] MUI Akhirnya Keluarkan Fatwa MEROKOK Hukumnya HARAM [...]

  92. Wavatar The_sastro Says:

    Sebenarnya yang menetukan haram dan tidak sesuatu itu siapa sih ?? TUHAN(ALLAH) atau manusia.?
    HUKUM TUHAN kok di tambah-tambahi sendiri cape’ deh

  93. Wavatar jual rumah jogja Says:

    Wahhh, blognya bagus dan kita terbantu dengan artikel yang di tulisnya. Semoga sukses selalu

  94. Wavatar career center jateng Says:

    career center jateng…

    [...]Kusprayitna Blogs » Blog Archive » MUI Akhirnya Keluarkan Fatwa MEROKOK Hukumnya HARAM[...]…

  95. Wavatar Berita Indonesia Terbaru Says:

    Berita Indonesia Terbaru…

    [...]Kusprayitna Blogs » Blog Archive » MUI Akhirnya Keluarkan Fatwa MEROKOK Hukumnya HARAM[...]…

  96. Wavatar yandi Says:

    sudah jelas rokok dapat menyebabkan kanker,impotensi,serangan jantung dan merusak janin.masih juga ada yg kontra tentang fatwa MUI.

  97. Wavatar akiba ryosuke bicii Says:

    rokok itu makruh, bukan haram ga ada dalil dari alqu’ran yang mengharamkan, terkecuali makruh…tanya sama ulama salaf ?
    merokok ibarat minum air hangat, ketika seseorang merasakan kedinginan…

  98. Wavatar david Says:

    rokok itu makruh, bukan haram ga ada dalil dari alqu’ran yang mengharamkan, terkecuali makruh…tanya sama ulama salaf ?
    merokok ibarat minum air hangat, ketika seseorang merasakan kedinginan…?????

    HAHAHA….. goblok lu….masak rokok disamain ama air hangat…
    kata lu rokok makruh?? emang lu ulama yang ngeluarin fatwa???
    kata lu bagaikan air hangat dalam kedinginan…coba dech lu siram air 100 celcius ama badan lu yang udah dimasukin kulkas!!! hahaha pasti dah teler lu…..mau coba?? nah itu dia arti ngerokok ….

  99. Wavatar david Says:

    -bagi antum antunna yang membaca artikel ini
    -saya merasa puas sekali mendengar fatwa ulama diatas
    -menurut saya betul atau tidaknya fatwa ulama tentang pengaharaman rokok itu tidak masalah..
    -coba difikir aja sendiri dampak merokok dari segi kesehatan …..itu sudah jelas dan meyakinkan bahwasanya merokok itu diharamkan….
    -coba difikir juga rokok itu orang mana yang buat?? apa pernah orang membuat rokok mengucapkan basmallah ketika membuatnya??? apa pernah orang yang lagi merokok teringat akan Allah yang menciptakakannya….jadi rokok membuat kita lalai mengingat Allah !!!
    -coba difikir asap rokok yanbg tiap hari paling tidak ratusan ribu batang terbakar di seluruh pelosok dunia …hampir menyamai asap kebakaran yang dapat membuat tipis lapisan ozon???? jadi rokok juga merusak lingklungan…
    -coba fikir bagaimana kondisi si perokok …mulut bau…. gigi kuning…..bibir hitam…iiih pasti jorok..padahal ANNAZHAFATU MINAL IMAN kebersihan sebagian dari iman…kalian tau apa artinya kalau melanggar sunnah nabi??? NERAKA JAHANNAM CUY…..
    -coba difikir pergaulan macam mana yang didalamnya ada rokok??? palingan anak jalanan , punk, preman, dll….jadi rokok membawa pergaulan yang tidak baik
    -nah….ini yang mengejutkan…..COBA AJA KALAU MEROKOK DI DEPAN PAK PRESIDEN…….KALAU NGGAK JADI ABU DECH NANTINYA…..

  100. Wavatar david Says:

    ulama ulama dahulu perokok???nauzubillah emang lu pernah hidup zaman purbakala gitu???
    emang tukang fitnah lu

  101. Wavatar IBONG Says:

    baguslah kalo rokok diharamkan,..
    karena yang haram haram itu biasanya enak, sekarang saya jadi lebih enak ngerokok

  102. Wavatar w2n Says:

    itu mah untuk 17 th kebawah doang

  103. Wavatar bj Says:

    agama islam jadi semakin sempit ruang geraknya gara2 MUI,yg ber hak men haramkan sesuatu barang\benda atau perbuatan manusia adalah TUHAN,bukan MUI jadi jangan mau kita bodohi ama LSM yg di buat manusia…siapa berani jamin kalo pengurus MUI bersih semua.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>