Kusprayitna Blogs

Hidup untuk berbagi ilmu :: IT Linux Windows Database Oracle PHP OpenSource

Archive for August 27th, 2008

Harga Elpiji ( LPG ) naik lagi dan akan naik terus @(*$&N@#*(R

Posted by kusprayitna on 27th August 2008

Pemerintah telah mengumumkan bahwa :

"Terhitung tanggal 25 Agustus 2008, harga jual Elpiji kemasan 12 kg dari Rp.5.250,-/kg menjadi Rp.5.750,-/kg (naik sekitar 9,5 %) atau naik dari Rp. 63.000,-/tabung menjadi Rp.69.000,-/tabung.

Adapun harga jual Elpiji kemasan 50 Kg, dikurangi diskonnya dari 15 % menjadi 10 % atau dari harga Rp 6.878,-/kg menjadi Rp.7.255,-/kg. Dengan demikian harga dalam kemasan 50 kg naik dari Rp.343.900,-/tabung menjadi Rp 362.750,-/tabung. Sedangkan Harga jual Elpiji tabung 3 kg masih tetap seperti yang lama yaitu Rp 4.250 /kg eks Agen (Rp 12.750/tabung 3 kg)."

Kemudian informasi lain yang saya dengarkan lewat radio Tri Jaya Network, disampaikan bahwa harga LPG 12 Kg khusunya akan naik setiap bulannya menuju harga LPG dunia.  (atau tidak ada subsidi LPG 12 Kg lagi)

Kamarin tanggal 25 tapi waktu itu tidak tahu harga kalau naik, pagi-pagi beli Gas LPG 12 KG ternyata harga sudah naik. Harga eceran di tempat saya Minomartani mencapai Rp 76.000 untuk tabung 12 Kg. Saya tanya harga LPG yang 3 Kg tetap Rp 14.000.

Kalau di itung-itung sebenarnya lebih murah kalau pakai LPG tabung 3Kg ( 12 Kg = 3 Kg * 4 tabung* Rp 14.000 = Rp 56.000 ), akan tetapi kalau pakai 3 Kg nanti 4 - 7 hari akan habis dan beli lagi , jadi tambah kerjaan.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan :

  1. Sepertinya berita di TV benar kalau disinyalir kenaikan harga LPG dapat berdampak pada kegagalan program konversi minyak tanah. Ini saya sendiri karena sekarang beberapa tetangga mulai jual minyak tanah (padahal dulu tidak).
  2. Pembelian LPG 3Kg yang disubsidi oleh orang-orang yang semestinya tidak mendapat subsidi. Ini terjadi hal yang sama sewaktu LPG tabung 50 Kg harga naik dan LPG tabung 12 Kg naik yang waktu itu mengakibatkan LPG 12 Kg menjadi langka di pasaran dan harga meroket.
  3. Menjelang bulan Ramadlan inflasi naik, yang biasanya pada kisaran 1 menjadi 2, akan semakin parah kenaikan inflasinya. Artinya nilai uang untuk belanja semakin kecil saja (belanjanya semakin sedikit)
  4. Harga barang-barang ikut naik karena BBM udah naik plus LPG juga naik. Kemarin beli susu kesukaan anak "SAKA" yang biasanya 1 kotak (susu kotak kemasan 125ml) Rp 1.580 menjadi Rp 1.720. Kalau beli biasanya 2 Dos atau 2 * 40 kotak, berarti naiknya Rp 11.200 perminggunya (belinya setiap minggu)
  5. Kalau tidak ada subsidi lagi LPG, biasanya pasar yang memainkan peranan. Kalau analogikan dengan kasus TELEPON, dulu dimonopoli oleh TELKOM, alhamdulillah sekarang menjadi lebih baik dan harga semakin murah. Kalau LPG bagaimana ya? akankan semakin baik atau malah semakin kacau?

Wah menjadi semakin miskin saja

tetapi Allah Insya Allah menberi ujian yang lebih mudah kepada orang miskin. amien. 

Posted in Others | 1 Comment »