Kusprayitna Blogs

Hidup untuk berbagi ilmu :: IT Linux Windows Database Oracle PHP OpenSource

Archive for the 'Application' Category

Monitoring NOC

Posted by Prayitna Kuswidianta on 17th June 2015

Salam satu kebutuhan di dunia IT khususnya untuk penyedia layanan IT adalah monitoring layanan.

Dalam monitoring di UII, ada beberapa alasan, yaitu :

  1. Adanya Permasalahan
    1. ?Website tidak dapat diakses
    2. ?Koneksi lambat / putus
    3. ?Sistem macet
    4. ?Server rusak / mati
  2. Adanya Sasaran Mutu Layanan
    1. Uptime 98% pertahun
  3. Adanya Kebutuhan
    1. ?Mencegah lebih baik dari pada mengobati

Ada beberapa monitoring yang sudah diterapkan, antara lain :

  1. Cacti
  2. Nagios

 

Cacti

Cacti banyak digunakan untuk melakukan monitoring :

  • Bandwidth berdasarkan data dari snmp yang terpasang di setiap host, seperti switch, router maupun server
  • Customize data yang diambil berdasarkan skrip yang terpasang

Untuk customize data, di UII dipakai untuk memonitor data seperti :

  • Jumlah pengunjung website, yang diambil dari data di loadbalancing
  • Avaibilitas server menggunakan smokeping
  • dll

Di cacti ada beberapa kelemahan yang dirasakan, antara lain :

  • Bosan dengan tampilannya
  • Data dibaca maksimal dengan rentang 1 menit saja, tidak bisa lebih cepat lagi
  • Data real hanya ditampilkan hanya dalam waktu singkat, misal hanya 24jam, berikutnya hanya merupakan data trend, dimana banyak angka angka penting yang hilang
  • Sangat kesulitan untuk menyimpan atau akses data minggu yang telah lalu

Nagios

Nagios dipakai sebagai pelangkap cacti, maklum cacti kenal lebih dulu dari pada nagios.

Di nagios dibutuhkan informasi yang langsung dapat dikirim ke admin, misal ada server mati maka admin harus tahu untuk dapat menindak lanjutinya.

Fitur nagios yang sering simanfaatkan yaitu :

  • map, dimana menggambarkan dalam bentuk lingkaran saling keterhubungan antar host
  • nagvis, plugin yang berisikan cutom map, dimana map bisa diupload berupa file jpg dan dapat diberi ikon status setiap host. Fitur ini sangat membantu dalam trouble shooting, cukup dengan melihat sekilas kira-kira 1 detik, maka permasalahan di NOC dapat diketahui
  • problem, daftar detail host/service yang sedang bermasalah
  • avaibility, untuk mengetahui avaibility dari semua layanan di NOC dalam rentan waktu tertentu
  • trend, dari nagiosgraph

Dalam penggunaan nagios setelah beberapa lama dibutuhkan fitur-fitur yang belum ada atau menjadi kelemahan nagios, antara lain:

  • Hitungan avaibility berdasar hirarki layanan yang sulit diperoleh
  • Pemasangan plugin untuk integrasi dengan cacti tidak mudah
  • Fleksibilitas konfigurasi sangat kurang, karena semua berdasar skrip

Posted in Linux, Monitoring, nagios | No Comments »

MySQL DNBCLUSTER error karena shutdown server tidak normal

Posted by Prayitna Kuswidianta on 11th June 2013

Sudah beberapa waktu lamanya menggunakan database MySQL dengan engine NDBCLUSTER berjalan dengan lancar, dengan berbagai macam kondisi perubahan status server, baik server node database maupun server cluster managernya, awal bulan ini yaitu tanggal 2 Juni 2013 dilakukan perawatan listrik dari PLN dan Genset dimana server secara mendadak dimatikan dari UPSnya.

Saat start semua kelihatan normal saja, database mysql berjalan lancar. Dua hari kemudian setelah cek beberapa aplikasi ternyata tidak semua database berjalan dengan baik, yaitu kususnya database mysql dengan engine ndbcluster, data tidak dapat diakses.

Sebagai gambaran saya memakai 1 cluster manager dan 2 node database mysql versi : 5.5.30-ndb-7.2.12-cluster-gpl MySQL Cluster Community Server (GPL). Kondisi yang dijumpai di server yaitu :

  • Cluster manager UP
  • Dua node database, mysql server berjalan dengan baik
  • Status dua node database tidak terhubung ke cluster manager
  • Saat dua node database, ndbcluster di start secara manual, maka pesan di cluster manager yaitu :
ndb_mgm> show
Cluster Configuration
---------------------
[ndbd(NDB)]     2 node(s)
id=2    @192.168.0.2  (mysql-5.5.30 ndb-7.2.12, starting, Nodegroup: 0)
id=3    @192.168.0.3  (mysql-5.5.30 ndb-7.2.12, starting, Nodegroup: 0)
[ndb_mgmd(MGM)] 1 node(s)
id=1    @192.168.0.1  (mysql-5.5.30 ndb-7.2.12)
[mysqld(API)]   2 node(s)
id=4 (not connected, accepting connect from any host)
id=5 (not connected, accepting connect from any host)
ndb_mgm> Node 2: Forced node shutdown completed. Occured during startphase 4. Caused by error 2310: 'Error while reading the REDO log(Ndbd file system inconsistency error, please report a bug). Ndbd file system error, restart node initial'.
Node 3: Forced node shutdown completed. Occured during startphase 4. Caused by error 2308: 'Another node failed during system restart, please investigate error(s) on other node(s)(Restart error). Temporary error, restart node'.

Posted in Linux, My SQL | No Comments »

Membuat Backup Database OpenLDAP dengan Replica

Posted by Prayitna Kuswidianta on 25th January 2013

Database LDAP yang sudah pusat database untuk otentifikasi akan menjadi titik tunggal kegagalan sistem apabila tidak diupayakan membuat backup database.

Backup bisa berupa off-line maupun on-line.

Backup off-line dapat dilakukan secara sederhana, yaitu :

  1. Matikan database ldap, yaitu dengan service ldap stop
  2. Salin konfigurasi file, yang biasanya terletak di /etx/openldap
  3. Salin database ldap, yang biasanya terletak di /var/lib/ldap
  4. Selesai dan Jalankan kembali ldap dengan service ldap start
Backup on-line disini didefinisikan sebagai backup yang dilakukan pada saat database ldap masih hidup. Ini dapat dilakukan dengan dua cara , yaitu :
1. menggunakan perintah slapcat
2. menggunakan fasilitas repika

Backup dengan SLAPCAT

Cara backup dengan slapcat cukup sederhana, yaitu :
  1. Database LDAP msih dalam kondisi hidup
  2. Jalankan perintah "slapcat -v -l backup.ldif", dimana perintah ini akan membaca seluruh database LDAP dan dituliskan ke file backup.ldif
Cara restore atau memulihkan file backup.ldif ke database LDAP yaitu :
  1. Konsidi database LDAP adalah mati, yaitu dengan service ldap stop
  2. Siapkan LDAP server baru dan pastikan data masih kosong, yaitu dengan rm /var/lib/ldap/* -rf
  3. Tulis backup.ldif ke database LDAP dengan slapadd, yaitu dengan perintah slapadd -l backup.ldif
  4. Selesai, sebelum menjalankan database LDAP, pastikan bahwa pemilik file database LDAP adalah ldap, yaitu dengan perintah chown ldap:ldap/var/lib/ldap/*

Backup dengan Replika

Berbeda dengan cara slapcat, maka dengan metode replica ini dibutuhkab minimal dua database LDAP server, yaitu misalnya master-ldap dan slave-ldap.

Posted in Application, LDAP | No Comments »

Server FTP dengan Proftpd gagal start

Posted by Prayitna Kuswidianta on 5th November 2012

Setelah beberapa waktu server FTP dengan proftpd di OS Centos jalan dengan mulus, listrik mati dan semua server mati dan mengakibatkan server FTP tidak mau jalan service FTPnya.

Pada awalnya FTp diinstall dengan cara :

# yum install proftpd

# chkconfig proftpd on

Pada kejadian kemarin yaitu server mati, proftpd tidak mau jalan lagi

# service proftpd start

Starting proftpd                                                                     [GAGAL]

Tidak ada pesan apapun yang tampil di layar maupun di log file.

Untuk melakukan debuging atas kegagalan start proftpd diperlukan petunjuk-petunjuk, terutama dari pesan kegagalan saat start.

Solusi :

  1. Identifikasi sistem
    1. OS :centos 32 bit 5.8
    2. hostname : ftp
    3. ip : 192.168.0.11
    4. dns : ftp.uii.ac.id
  2. identifikasi perubahan sistem sebelumnya
    1. sebelumnya jalan dengan baik
    2. ada perubahan konfigurasi DNS server, menghilangkan "search uii.ac.id" (ini kemungkinan penyebabnya)
  3. yang sudah dicoba
    1. gunakan konfigurasi default --> tetap gagal
    2. reinstall proftpd --> tetap gagal
  4. uji coba verifikasi konfigurasi
    1. proftpd --configtest
    2. hasil : warning: unable to determine IP address of '****(computername)' - error: no valid servers configured - Fatal: error processing configuration file '/etc/proftpd.conf'
Kesimpulan yaitu :
  1. Karena ada perubahan dns server, proftpd tidak dapat resolv dari nama server (hostname) ke alamat ip
  2. Tambahkan  data di file "/etc/hosts" agar nama server "ftp" dapat dikenali dengan ip "192.168.0.11"
Alhamdulillah berhasil

Posted in Application, Centos, ftp, Linux | No Comments »

Menambah kemampuan cPanel apache log ke server log terpusat

Posted by kusprayitna on 4th July 2012

cPanel merupakan paket hosting yang mumpuni dan alhamdulilah sekitar 150 domain terdaftar dalam server di cPanel yang terpakai dikantor sekarang ini.

Untuk memonitor file log apache satu-persatu cukuplah membuat pusing kepala, dengan sudah tersedianya server log yang terpusat seperti dalam postingan mengelola log server dalam cluster secara terpusat, maka tahapan berikutnya adalah memasukkan cPanel ke server log terpusat.

Kalau kita lihat konfigurasi virtual host cpanel, maka dapat kita lihat sebagai berikut :

    ServerName cfis.uii.ac.id
    ServerAlias www.cfis.uii.ac.id
    DocumentRoot /home/cfisuii/public_html
    ServerAdmin webmaster@cfis.uii.ac.id
    UseCanonicalName Off
    CustomLog /usr/local/apache/domlogs/cfis.uii.ac.id combined
    CustomLog /usr/local/apache/domlogs/cfis.uii.ac.id-bytes_log "%{%s}t %I .\n%{%s}t %O ."
Untuk tidak merubah fitur cPanel yang sudah ada, maka kita tidak boleh mematikan fungsi log yang sebelumnya ada, jadi menambah log baru saja.
Karena virtual host cukup banyak, maka diperlukan merubah satu saja, yaitu pada file template virtual host cpanel, yaitu yang terletak di "/var/cpanel/templates/apache2"

Posted in Application, Centos | No Comments »